<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321</id><updated>2011-07-07T23:23:54.241-07:00</updated><title type='text'>corat-coret si gopal</title><subtitle type='html'>apa yang kau lihat, apa yang kau dengar, apa yang kau rasakan ketika melihat blog ini adalah suatu kenyataan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-4744472134036173099</id><published>2011-05-08T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T00:48:16.077-07:00</updated><title type='text'>dilema simalakama [ASLI]</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;yeah, inilah postingan asli ttg buah simalakama, selamat membaca :D&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Khoirul (K): Sungguh naif, ironis, mengherankan, sangat tidak masuk akal...!!!&lt;br /&gt;Pak Sholeh (S): Lho..lho...lho..ada apa Nak Khoirul? Apa yang sedang mengganggu fikiranmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Itu lho Pak, sementara orang-orang kafir sedang sibuk mempersiapkan Program "Joseph 2004", yaitu sebuah program agar pada Pemilu nanti Presiden kita dijabat oleh orang Kristen, eh malah ada orang yang membid'ahkan partai politik, sungguh aneh!&lt;br /&gt;S: Lho, tenang dulu Nak Khoirul, sabar. Ananda kan orang yang selalu berkata agar menghargai pendapat orang lain, kenapa sekarang ananda tidak konsisten?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Astaghfirullah, Pak Sholeh benar. Saya cuma heran, kenapa mereka bisa berpendapat seperti itu, padahal sebagian dari mereka itu kan cendekiawan, intelektual, bahkan para ulama yang memperjuangkan Islam?&lt;br /&gt;S: Tentunya mereka mempunyai alasan untuk berpendapat seperti itu. Dan seperti Nak Khoirul sering katakan, pendapat seseorang itu harus kita hargai. Betulkan? Baiklah, sekarang saya akan mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lain. Saya lihat, sebenarnya dalam permasalahan yang sedang ananda fikirkan itu ternyata ada 2 permasalahan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;S: Yang pertama adalah permasalahan Program Joseph 2004, yang kedua adalah permasalahan pembid'ahan partai politik. Kedua permasalahan itu telah datang pada masa yang berbeda, dan kedua-duanya tidak saling berkaitan pada awalnya. Jadi tidak benar ketika ada Program Joseph 2004, lalu ada orang-orang yang mencounternya dengan mengatakan bahwa partai politik itu bid'ah. Janganlah dikesankan seperti itu, ananda harus bijaksana dalam menyimpulkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi, bagaimana Bapak melihat permasalahan ini?&lt;br /&gt;S: Permasalahan pembid'ahan partai politik itu telah dibahas para ulama sejak zaman munculnya demokrasi, bahkan kalau diqiyaskan, masalah itu telah dibahas dalam kitab-kitab ulama terdahulu. Para ulama tersebut tentunya mempunyai dalil, argumen yang berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi dan dengan beberapa catatan penting tentang demokrasi. Adapun permasalahan Joseph 2004 adalah permasalahan baru, yang butuh untuk difikirkan dan dipecahkan bersama, termasuk oleh para ulama tersebut. Saya yakin, sangat tidak mungkin bagi para ulama yang memfatwakan bid'ahnya partai politik itu akan tinggal diam, sementara kaum kafir sedang serius mengincar kursi presiden. Sekali lagi, ananda harus sedikit bijaksana dalam berfikir, ananda harus tabayyun dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Baiklah, sebagai seorang muslim, apa yang akan Bapak lakukan dalam mensikapi program "Joseph 2004" itu?&lt;br /&gt;S: Sesuai dengan kemampuan masing-masing, karena Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali dengan apa yang kira-kira menjadi kewajibannya. Sebagai seorang ustadz, maka saya berkewajiban  untuk mengumumkan program kristenisasi ini kepada kaum muslimin agar mereka tahu bahwa musuh sedang mengincar kita. Kita harus marah di mimbar-mimbar, masjid-masjid dan majlis ta’lim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, apa tindakan konkritnya?&lt;br /&gt;S: Nah, orang-orang kafir itu kan sasarannya adalah Pemilu, mereka pasti akan menyusup kepada partai-partai yang berkedok nasionalisme dan mengelabui kaum muslimin. Maka tidak ada cara lain kecuali kita serukan kepada kaum muslimin agar mencoblos partai-partai Islam yang berjuang untuk Islam dan membela kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, partai-partai manakah yang Bapak anjurkan untuk dicoblos?&lt;br /&gt;S: Tidak mengapa partai apapun, asalkan partai Islam. Namun sebaiknya kita memilih partai yang kita lihat mempunyai jalan yang lebih dekat kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K:  Saya setuju sekali Pak, tidakkah sebaiknya kita bergabung dengan mereka?&lt;br /&gt;S: Ya ananda benar sekali, saya siap bergabung dengan mereka dalam segala bentuk amar ma’ruf nahi munkar bil hikmah. Sedangkan memberitahukan kaum muslimin tentang program Joseph 2004 ini adalah juga bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar tadi. Sekali lagi insya Allah saya siap. Bukankah begitu yang ananda maksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud saya, kita bergabung dengan salah satu partai tersebut, memakai baju mereka dan berdakwah dengan cara mereka.&lt;br /&gt;S: Oh begitu maksud ananda. Baiklah, kalau begitu tolong ananda amati pada partai manakah akan saya dapati sifat-sifat ‘hizbullah’, karena Allah hanya memerintahkan saya untuk bergabung dengan partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam mengatakan bahwa mereka memperjuangkan Islam, tentunya mereka semuanya hizbullah.&lt;br /&gt;S: Hizb-Allah itu cuma satu, karena dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan kata "Hizb" (singular) yang artinya "sebuah golongan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, tolong Bapak rincikan dulu sifat-sifat hizbullah itu, baru nanti akan saya cocokkan dengan partai-partai yang ada.&lt;br /&gt;S: Baiklah, sebenarnya banyak sifat-sifatnya, tapi saya akan sebutkan satu sifat saja, yaitu mereka senantiasa menjaga dan mengusahakan persatuan kaum muslimin, karena Allah telah memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang bercerai berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam juga menyerukan kepada persatuan ummat.&lt;br /&gt;S: Kalau memang mereka semua berkata begitu, lalu mengapa mereka tetap berusaha mengeksistensikan partainya masing-masing. Kadang-kadang kalau ada masalah, hanya nama partai yang diganti, tidak berusaha untuk mengajak semua partai Islam untuk melebur. Apakah menurut ananda persatuan itu akan terwujud dengan satu partai atau banyak partai? Bahkan di Indonesia, satu partai saja bisa beranak jadi 2. Ananda harus selalu ingat, bahwa Persatuan Islam itu ibarat sebuah lingkaran besar. Biarkanlah lingkaran besar kaum muslimin itu tetap satu, jangan dibagi-bagi menjadi lingkaran-lingkaran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, saya yakin pasti Partai Pak Ahmad itulah partai Hizbullah, karena dalam kampanye mereka, mereka lebih sering menyerukan kepada persatuan kaum muslimin.&lt;br /&gt;S: Saya ingin balik bertanya, apakah sewaktu mengatakan tentang persatuan itu dalam kampanye mereka, mereka memakai suatu atribut khusus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Ya, tentu mereka memakai lambang, bendera dan seragam mereka.&lt;br /&gt;S: Nah, hal itu sudah cukup kita katakan bahwa mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam sebuah lingkaran besar. Karena lingkaran besar Islam tidak mempunyai lambang, bendera dan seragam. Bahkan hal itu pun sudah cukup untuk membuat orang Islam yang lain merasa berbeda dengan ummat Islam yang memakai atribut dan seragam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi Pak Ahmad sering mengatakan bahwa mereka tidak menuntut untuk dipilih, yang penting kita memilih salah satu partai Islam. Bukankah ini kalimat yang haq?&lt;br /&gt;S: Seandainya mereka menyerukan agar Ummat Islam memilih mereka, atau mengajak bergabung menjadi anggota partai mereka, maka inilah yang saya namakan membuat lingkaran kecil. Namun apabila mereka menyerukan untuk memilih partai apa saja asalkan partai Islam, maka perkataan ini adalah hipokrit, karena jelas-jelas setiap partai itu mempunyai target. Adapun target adalah harapan, harapan tentunya akan dibarengi dengan usaha untuk mencapainya, yaitu mengajak manusia. Lalu untuk apa ditentukan target?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, apa konsep Persatuan Islam menurut Bapak?&lt;br /&gt;S: Yaitu sebuah lingkaran besar kaum muslimin yang mengatakan Lailaaha illallah Muhammaddarrasulullah, menjalankan kitabullah, Sunnah Nabi serta Ijma para shahabat. Maka mereka itu adalah saudara, sehingga wajib dibela. Yang di luar lingkaran itu adalah musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau melihat konsep yang sederhana itu, saya berkesimpulan bahwa Islam itu ya Islam, tidak butuh lagi dengan organisasi atau perkumpulan. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;S: Organisasi/perkumpulan itu bisa saja diperlukan, yaitu sebagai sarana bagi kita untuk mempermudah dakwah dan menyerukan manusia kepada lingkaran besar Islam. Tapi kalau organisasi/perkumpulan/kelompok/partai itu didirikan untuk mengajak manusia masuk kepada kelompok mereka, maka mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam lingkaran besar kaum muslimin. Organisasi seperti inilah yang justru akan memecah belah ummat. Imam Malik berkata, apabila anda melihat suatu kelompok dalam Islam yang menyerukan Ummat Islam masuk kepada kelompoknya, bukan menyerukan kepada Islam, maka ketahuilah bahwa kelompok itu adalah sesat. Ini bukan kata bapak loh, ini kata Imam Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi, pada kenyataanya ummat Islam itu sendiri telah berkelompok-kelompok, dan setiap kelompok mempunyai ciri-ciri tertentu, apa tanggapan Bapak?&lt;br /&gt;S: Ananda jangan heran, itu adalah realita yang telah dikabarkan oleh Nabi. Namun demikian, kita tidak boleh pasrah, kita dituntut untuk terus berusaha kepada persatuan ummat dan jangan bercerai berai karena itu adalah perintah Allah dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, bagaimana kalau kita rangkul saja semua kelompok-kelompok Islam itu, mulai dari syi'ah yang menghujat para shahabat sampai semua kelompok di kalangan ahlu sunnah, yang penting mereka mengaku Tuhan kami adalah Allah dan Nabi kami adalah Muhammad. Lalu kita berjuang dalam sebuah partai untuk kemenangan Islam dan untuk sementara tidak memperselisihkan perbedaan.&lt;br /&gt;S: Ide yang tidak terlalu jelek, saya hargai pendapat ananda. Namun sayangnya, cara seperti itu tidak akan pernah berhasil di dalam konsep demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;S: Coba ananda fikirkan, anggap saja dengan cara itu akhirnya ummat Islam akan meraih suara terbanyak dan menang, lalu apa kira-kira yang akan terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentunya kita bisa menerapkan hukum Islam dengan leluasa.&lt;br /&gt;S: Hukum Islam yang bagaimana? Yang sesuai dengan Kitab wa sunnah seperti pada zaman Nabi dulu, atau Hukum Islam yang bisa mengakomodasi seluruh pemahaman yang ada pada kelompok-kelompok yang bersatu tadi? Karena ananda harus ingat, di dalam konsep demokrasi, setiap orang berhak untuk menuntut haknya. Kaum syi'ah akan meminta masjid untuk menghujat para shahabat, kaum sunni quburiyyun akan tetap minta diperbolehkan berkunjung ke kuburan-kuburan. Semua sekte yang telah berhasil memenangkan partai tersebut, akan meminta hak untuk beribadah sesuai dengan cara mereka, atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi menurut Bapak, tidak mungkin kita bisa menerapkan hukum Islam yang shohih, setelah kita memenangkan pemilu tersebut?&lt;br /&gt;S: Mustahil menurut konsep demokrasi. Karena persatuan Islam dengan cara itu hanyalah persatuan jasadi, bukan persatuan Islam sesungguhnya. Setiap kelompok yang berbeda-beda itu akan kembali menuntut haknya masing-masing dengan mengatasnamakan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, adakah cara lain untuk menunaikan perintah Allah agar kita menuju persatuan Islam?&lt;br /&gt;S: Seperti telah saya katakan, realitas perpecahan ummat ini telah dikabarkan oleh Rasulullah pada 14 abad yang lalu, dan jalan keluarnya pun telah pula dijelaskan oleh Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa jalan keluar menurut Beliau (Hadits)?&lt;br /&gt;S: Pertama: Perintah untuk menjauhi semua kelompok yang ada. Kedua perintah utk “ruju' (kembali) kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin sesudahku.” Kalau dikatakan “kembali”, maka hal itu akan mempunyai 2 makna. Pertama: orangnya telah berjalan terlalu jauh, kedua: jalannya itu sendiri yang kejauhan/salah jalan/rambu-rambunya rusak atau tersamar. Maka untuk membuat "orangnya" bisa kembali, kita harus memberikan arahan kepadanya, yaitu berupa petunjuk agar orang tersebut bisa mencari jalan pulang. Adapun terhadap "jalannya", maka kita harus ganti jalan itu, murnikan (tasfiyyah) agar orang lain tidak kembali menempuh jalan itu, walaupun orang munafik tidak menyukainya. Melalui hadits ini, Rasulullah telah memberikan solusi metoda dakwah akhir zaman, ketika ummat Islam telah berkelompok-kelompok. Inilah metoda dakwah menuju persatuan hakiki, yaitu persatuan jasadi warruuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Memang begitulah idealnya. Karena dengan bersatunya pemahaman, maka otomatis jasadnyapun akan bersatu. Namun demikian, akan lama sekali rasanya kemenangan itu tercapai?&lt;br /&gt;S: Lama atau cepat bukan urusan kita. Itu urusan Allah. Kita tidak dituntut untuk cepat-cepat. Bahkan kemenangan itu sendiripun bukan suatu tuntutan. Kemenangan pada hakekatnya adalah pemberian dari Allah. Yang Allah tuntut dari diri kita adalah bagaimana kita menunaikan jalan menuju kemenangan tersebut sesuai dengan konsep nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, kapan kita bisa membuat negeri ini menjadi islami?&lt;br /&gt;S: Kita harus melihat bagaimana dahulu Rasulullah membuat suatu negeri dimana Islam dapat dijalankan dengan murni. Yang Rasulullah bawa adalah mengadakan sesuatu yang baru. Bukanlah berpura-pura ikut serta bersama orang-orang yang menentang Islam untuk memperbaiki negerinya lalu setelah mendapat tempat mereka menerapkan Islam secara total.&lt;br /&gt;Baiklah, apakah ananda ingat kisah Rasulullah dengan pamannya Abu Thalib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kisah yang mana Pak, ada beberapa kisah yang saya ingat.&lt;br /&gt;S: Kalau seandainya menjadi presiden, atau mencapai kekuasaan di negeri Mekkah yang jahiliyyah (walaupun mereka mengaku beragama Ibrahim secara hanif) adalah tujuan dakwah, maka Rasulullah pasti memilih kesempatan itu di awal masa datangnya Islam, tanpa harus berperang!. Tetapi ternyata tidak. Ingatkah ananda, ketika kaum kafir Quraisy melalui lisan Paman Nabi, Abu Thalib, menawarkan: seandainya engkau menghendaki wanita, maka mereka akan mencari wanita-wanita tercantik untuk dinikahkan dengan engkau, atau harta, maka mereka akan mengumpulkan seluruh kekayaan Quraisy dan diberikan kepada engkau, atau menjadi raja, maka mereka akan membai'at engkau menjadi raja. Namun apa jawaban Beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa kata Beliau Pak?&lt;br /&gt;S: Beliau berkata: “Sekali-kali tidak wahai pamanku!, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, bulan di tangan kiriku, maka sekali-kali aku tidak akan gentar, sampai Allah memenangkan urusanku, atau aku binasa bersamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Subhanallah, mengapa Beliau tidak memilih menjadi raja, bukankah beliau politikus ulung?&lt;br /&gt;S: Politikus ulung hanyalah julukan orang-orang, tapi beliau adalah seorang Nabi. Seorang Rasul yang diturunkan dengan membawa konsep dakwah nubuwwah. Kalau seandainya beliau adalah politikus, maka sudah tentu beliau akan memilih menjadi raja. Karena dengan menjadi raja, maka harta akan Beliau peroleh, wanita yang cantik akan mudah Beliau dapatkan, bahkan dakwah pun akan lebih mudah disebarkan. Tapi sekali lagi, Beliau bukan seorang politikus, Beliau adalah seorang Nabi, yang mendapat wahyu dan diperintah oleh Allah 'azza wajalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi, mencapai kekuasaan itu bukan tujuan dakwah?&lt;br /&gt;S: Begitulah. Kalau seandainya hal itu merupakan tujuan, maka sesungguhnya kesempatan itu sudah ada di depan mata Rasulullah, tanpa harus berperang, tanpa harus ber-pemilu. Tapi beliau tidak mengambilnya. Dan seandainya kita menyangka bahwa dengan kekuasaan, hukum Islam itu bisa ditegakkan, sudah barang tentu Rasulullah pun telah lebih dulu menerima tawaran kaum Quraisy itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Oya, saya teringat sesuatu. Bukankah Rasulullah menolak tawaran tersebut karena tawaran itu bersyarat? Yaitu agar Beliau meninggalkan dakwah Islamiyyah?&lt;br /&gt;S: Bukankah kekuasaan yang dicapai dengan demokrasi pun akan penuh dengan syarat? Penuh kompromi? Penuh toleransi? Harus tetap menghargai orang yang berbeda pendapat, menghargai orang yang tidak setuju dengan hukum rajam, potong tangan, jilbab, bahkan menghargai hukum murtad dari agama Islam, karena hal itu adalah hak asasi manusia. Kalau ternyata Rasulullah meninggalkan pencapaian “kekuasaan yang bersyarat” itu, lalu mengapa kita berani mengambilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya kagum dengan argumentasi-argumentasi yang Bapak kemukakan, namun masih ada sedikit syubhat dalam fikiran saya.&lt;br /&gt;S: Silahkan ananda kemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau pada zaman Nabi kan Beliau dituntut oleh Allah untuk memperjuangkan Islam secara sempurna, apalagi beliau di bawah bimbingan Allah. Tapi saat ini, kan agak susah utk memperjuangkan Islam yang sempurna, karena kita bukan Nabi. Jadi melalui demokrasi, kita bisa mengakomodasi hukum Islam sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;S: Masalahnya Allah telah berfirman: Walaa talbisul haqqo bil baatili (Janganlah kalian mencampuradukan yang haq dengan yang bathil). Sebuah larangan yang sangat keras dari Allah. Memang, dengan demokrasi, sebagian hukum Islam mungkin bisa diakomodasi, namun di saat yang sama, kita terpaksa melanggar ayat tadi, karena harus bertoleransi dengan selain hukum Allah, harus bersekutu dengan orang kafir dalam penentuan suatu hukum. Saya melihat bahwa kemampuan akomodasi dengan cara demokrasi tidak akan sampai kepada derajat kamil/kaffah, karena di sana ada kompromi, toleransi, tenggang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, cara apa yang bisa mengakomodasi hukum Islam secara kaffah?&lt;br /&gt;S: Jihad fii Sabilillah. Dengan cara itulah Islam telah jaya pada zaman para Nabi dan Rasul, dan dengan cara itu pulalah agama Islam ini akan kembali jaya di akhir zaman. Islam telah dimuliakan dengan jihad di sabil Allah, dan akan kembali mulia dengan jihad di sabil Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, tadi Bapak telah menjelaskan satu sifat dari sifat-sifat hizbullah, yaitu menjaga dan menyerukan persatuan Islam. Tolong Bapak sebutkan sifat-sifat yang lain!&lt;br /&gt;S: Mereka itu sesuai firman Allah: Asidda’u ‘alal kuffar, ruhama’u bainahum (keras terhadap orang kafir, berkasih sayang sesama mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tolong Bapak sebutkan ciri hizbullah yang lain!&lt;br /&gt;S: Mereka menyerukan agar kaum wanita muslimah kembali ke rumah untuk mendidik generasi muda Islam, sebagai kewajiban yang telah lama ditinggalkan atau sengaja dilupakan, yaitu perintah Allah 'azza wajalla: “Wa qorna fii buyuutikunna!”. Namun ananda, diantara mereka justru ada yang menjadi anggota parlemen, bercampur dengan laki-laki dan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tolong sebutkan satu lagi saja sifat yang lain!&lt;br /&gt;S: Wahai ananda, mereka itu selalu memperjuangkan Hak Asasi Allah (HAA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Setahu saya, semua partai Islam tentu memperjuangkan Hak Hak Allah, walaupun istilahnya tidak setenar mereka memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM). Bagaimana tanggapan Bapak?&lt;br /&gt;S: Itulah demokrasi. Inti dari konsep demokrasi adalah adanya hak individu, yaitu hak asasi manusia (HAM). Yaitu bahwa setiap orang, baik itu sholeh maupun jahat, mempunyai hak asasi yang harus dihormati. Setiap orang boleh mengeluarkan pendapat yang harus dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bukankah itu suatu konsep yang sangat baik?&lt;br /&gt;S: Adakah padanya kebaikan, sementara konsep “hak asasi” mengatakan: segala perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu, selama perbuatan itu tidak mengggangu orang lain, tidak merugikan orang lain, tidak melanggar hak orang lain, maka itu adalah hak asasi dia yang harus didengar, dihargai dan dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya belum memahami maksudnya, tolong dijelaskan lagi.&lt;br /&gt;S: Di dalam negara demokrasi, apabila ada satu atau dua orang saja yang mempunyai pendapat, misalnya kita contohkan saja perkawinan sejenis (gay/lesbi), maka kedua orang tersebut berhak untuk turun ke jalan berdemonstrasi, menulis di media massa mendakwahkan idenya, membentuk organisasi, berbicara di depan parlemen untuk menuntut haknya, serta berhak untuk dilindungi hak asasinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya akan menentang kedua orang tersebut, karena homoseksual tidak bisa diterima oleh Islam.&lt;br /&gt;S: Lho, ananda kan selalu berkata agar menghargai pendapat orang lain, maka ananda harus konsisten, sesuai prinsip demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Baiklah, adakah contoh kongkrit yang lain?&lt;br /&gt;S: Ketika para agamawan, baik dari Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain menentang perbuatan seks di luar nikah seperti WTS, maka ada orang-orang yang mengaku dirinya nasionalis, aktifis HAM berkata membela: “Mereka itu mempunyai hak untuk makan, untuk hidup, untuk membiayai anak-anaknya yang lapar. Maka di saat mereka tidak memiliki keahlian untuk bekerja kecuali dengan menjual tubuhnya, maka kita harus memberikan kesempatan itu, memberikan haknya untuk hidup, selama di dalamnya ada rasa suka sama suka, saling menguntungkan dan tidak merugikan orang lain. Maka membunuh hak mereka, sama dengan membunuh anak-anaknya yang lapar. Begitu juga dengan istilah WTS yang cenderung menghinakan mereka, istilah itu harus diganti dengan yang lebih manusiawi seperti Pekerja Seks Komersial (PSK). Demi keagungan prinsip demokrasi, anda harus menghargai hak-hak mereka!!”&lt;br /&gt;K: Tolong sebutkan satu saja contoh kongkrit yang lain?&lt;br /&gt;S: Berjemur tanpa selembarpun busana di taman-taman kota di Jerman, masih dilarang oleh undang-undang dan ada padanya hukuman denda. Namun apa yang terjadi saat ini, ketika polisi mendatangi mereka dan mengingatkan akan peraturan ini, mereka mengatakan: “Ini adalah hak asasi saya, ada apa dengan anda? Apakah saya mengganggu hak orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Wah, sangat tidak bisa dibayangkan ya Pak. Bagaimana kalau setiap orang jahat di Indonesia turun ke jalan lalu berkata: saya menuntut hak saya untuk bisa berbuat ini dan itu.&lt;br /&gt;S: Singkatnya, ketika ada orang baik yang memperjuangkan suatu kebenaran, lalu ada orang jahat yang berkata: “Saya ingin melakukan yang berlawan dengan anda, dan ini adalah hak asasi saya, pendapat saya” maka ananda harus menghargainya, atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, tadi Bapak telah menjelaskan salah satu konsep demokrasi yaitu kebebasan berpendapat dan HAM. Lalu adakah konsep demokrasi lain yang janggal?&lt;br /&gt;S: Di dalam memilih seorang pemimpin, katakanlah presiden, maka seorang da’i kondang sekelas Zainuddin MZ akan memiliki suara yang sama nilainya dengan seorang pelacur, perampok, koruptur yang sedang dipenjara, bahkan orang kafir, yaitu SATU suara. Jadi inti konsep demokrasi yang kedua adalah menang-menangan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, apa kejanggalannya?&lt;br /&gt;S: Konsep itu tentu akan membuat Al-haq tidak akan pernah menang, bahkan mustahil untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tidak akan pernah menang? Bukannya kita dapat bertarung dalam pemilu?&lt;br /&gt;S: Bagaimana ananda akan bertarung, sementara Rasulullah telah mengabarkan tentang kekalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak?&lt;br /&gt;S: Beliau mengabarkan bahwa jumlah orang-orang baik di akhir zaman itu cuma sedikit dan terasing (ghuroba'). Walaupun dalam hadits lain beliau mengabarkan bahwa jumlah orang Islam itu banyak, tapi mereka itu seperti buih, mereka itu asing dari agamanya, asing dari kebenaran. Yang benar menurut mereka asing, yang bathil menurut mereka benar. Bagaimana ananda bisa menang, sementara orang yang tidak suka pada kebenaran itu lebih banyak, bahkan mereka dari kalangan ummat Islam sendiri…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bagaimana dengan berusaha sekuat tenaga, kampanye yang tiada henti, menggunakan seluruh fasilitas dakwah, tv, koran dan sebagainya?&lt;br /&gt;S: Adakah kabar dari Rasulullah itu bisa berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau begitu, selain demokrasi, adakah cara dakwah lain yang bisa membuat jumlah orang baik sebanding atau mengalahkan jumlah orang jahat?&lt;br /&gt;S: Tidak ada satupun cara dakwah yang dapat menyeimbangkan angka tersebut, karena itu merupakan kabar dari Rasulullah. Di akhir zaman, orang-orang baik akan tetap sangat-sangat sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, buat apa kita berdakwah?&lt;br /&gt;S: Kalau tujuannya untuk menang-menangan suara, maka kita tidak usah berdakwah, karena sudah pasti kita tidak akan pernah menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, dengan cara apa Ummat Islam akan menang?&lt;br /&gt;S: Yang jelas ananda, bukan dengan meningkatnya jumlah orang baik dari orang jahat. Saya tidak pernah mendengar kabar seperti itu. Justru semakin menuju akhir zaman, orang-orang akan semakin rusak, biduanita dan minuman keras makin merajalela, mereka meminta menghalalkan segala sesuatu yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi Pak, kalau bukan dengan jumlah, dengan apa Ummat Islam bisa menang?&lt;br /&gt;S: Itulah ananda. Di sini ada suatu hikmah yang sangat agung. Suatu hikmah yang hampir tidak pernah disadari oleh setiap muslim. Kemenangan akhir zaman itu suatu ketetapan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah. Namun di sisi lain, Beliau pun mengabarkan akan keterasingan dan sedikitnya jumlah orang-orang baik (benar) pada waktu itu. Dengan sedikitnya jumlah, berarti demokrasi tidak akan bisa mengantarkan kepada kemenangan Islam yang hakiki. Saya sangat berharap, bahwa kemenangan itu adalah kemenangan Al-Badr, yaitu kemenangan seperti pada perang Badr. Kemenangan yang gemilang, walaupun jumlah orang muslim pada waktu itu cuma sedikit.&lt;br /&gt;K: Kapankah sebetulnya kemenangan hakiki itu akan datang Pak?&lt;br /&gt;S: Yaitu pada masa umat Islam bangkit bersama Imamah (Kepemimpinan) yang memberikan petunjuk yang Allah menjanjikannya di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tidakkah ada kemenangan sebelum itu, Pak?&lt;br /&gt;S: Wallahu’alam. Dari beberapa dalil yang ada, terutama hadits riwayat Ahmad, sebagian orang berusaha menyimpulkan bahwa setelah tumbangnya Kekhalifahan Turki Utsmani, maka ummat Islam akan mengalami suatu masa, dimana tidak akan ada lagi kekhalifahan yang sifatnya menyeluruh (mendunia). Ummat Islam akan berada dalam perpecahan, kebodohan yang sangat, penindasan, banyak ulama-ulama su’ yang mengajak ke lembah jahannam, digerogoti kaum kafir, dsb. Baru setelah itu akan datang kemenangan ditandai dengan berdirinya kekhalifahan yang didirikan melalui metode Nabi (manhaj nubuwwah) walaupun jaminan dari Allah kekhalifahan itu hanya berdiri sesaat. Inilah bukti bahwa Allah tidak terlalu mengutamakan kemenangan, tetapi proses menuju kemenangan tersebut yang paling dinilai oleh Allah, karena yang dituju adalah kemenangan di akhirat, sedangkan kemenangan di dunia hanya sebagian kecil dari kemenangan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Jadi tidak ada kabar bahwa diantara masa itu akan ada suatu daulah atau kekhalifahan yang berhasil diperjuangkan baik dengan cara demokrasi atau cara-cara  lainnya?&lt;br /&gt;S: Hanya itu kabar tentang Kemenangan Ummat Islam di akhir zaman sejauh yang saya ketahui dari dalil-dalil yang ada. Yaitu kemenangan hakiki yang ditandai dengan berdirinya Kekhalifahan berdasarkan manhaj nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau kemenangan itu akan datang pada saat orang baik sedikit, lalu apa rahasianya mereka bisa menang, Pak?&lt;br /&gt;S: Tentunya karena mereka mematuhi wasiat Rasul. Wasiat untuk orang-orang yang hidup di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa wasiat Beliau?&lt;br /&gt;S: Wasiat yang telah kita diskusikan tadi pagi, yaitu wasiat untuk ruju’ (kembali) kepada Kitabullah, Sunnah Rasulullah, Sunnah Khulafaur Raasyidin, menggigitnya erat-erat dengan gigi-gigi geraham serta menjauhi semua kelompok (firqah, bukan fiqrah) yang ada, walaupun harus mati dalam keadaan demikian (Lihat hadits-hadits tentang perpecahan ummat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bagaimana dengan wasiat itu mereka bisa menang?&lt;br /&gt;S: Karena wasiat itu membawa manusia kepada persatuan yang hakiki. Persatuan pemahaman terhadap Sunnah yang haq, yaitu persatuan jasad dan ruh. Mereka senantiasa mengajak ummat Islam untuk “kembali”, yaitu dengan memberikan arahan menuju jalan pulang, sekaligus memperbaiki “jalan-jalan” yang telah membawa mereka pergi jauh dari sunnah itu (tasfiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi sesuai dengan uraian Bapak, cara itupun tidak akan dapat membuat orang baik menjadi lebih banyak kan Pak?&lt;br /&gt;S: Banyak atau sedikit itu relatif, tetapi yang pasti Ahlu sunnah itu akan tetap ghuraba (terasing) dan lebih sedikit dari orang kafir. Kita hanya berharap agar, walaupun jumlahnya sedikit, namun mereka akan ada di setiap penjuru desa. Berusaha untuk senantiasa konsisten dalam mempersiapkan jalan menuju kemenangan, sampai wasilah untuk menuju kemenangan itu datang. Adapun wasilah itu bisa saja datang dengan tiba-tiba. Pada saat wasilah itu datang, kita berharap mereka yang sedikit itu akan cukup mampu menjadi motor untuk membangunkan kaum muslimin yang sedang tertidur… terlena dengan kehidupan dunia….Bangun untuk menyambut datangnya sang wasilah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Wasilah apa itu Pak?&lt;br /&gt;S: Itulah jihad akhir zaman. Jihadul Akbar! dimana kaum muslimin akan berperang habis-habisan melawan Yahudi dan Nashrani. (Yahudi dan Nashrani adalah sifat, bukan status keagamaan seperti yang sekarang dianggap orang banyak, lihat Tafsir ‘Asli’ Ibnu Katsir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Lalu, kenapa wasilah itu bisa datang dengan tiba-tiba?&lt;br /&gt;S: Pada waktu perang Badr, Ummat Islam sangatlah sedikit. Mereka keluar dari kota Madinah bukan untuk&lt;br /&gt;berperang, persenjataan yang mereka bawa seadanya, hanya cukup untuk berjaga-jaga. Namun Allah&lt;br /&gt;menurunkan wasilah itu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Adakah kisah ini dari Rasulullah?&lt;br /&gt;S: Rasulullah bersabda: “Akan tetap ada sebagian dari ummatku yang senantiasa menampakkan al-haq, apabila mendapatkan penghinaan, mereka tidak merasa gentar, dan mereka tetap konsisten seperti itu, sampai datangnya “keputusan” Allah ….(au kama qolla Rasulullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, dengan alasan-alasan yang Bapak kemukakan, sekarang saya minimal bisa menghargai pendapat orang-orang yang berbeda dengan saya. Yaitu orang-orang yang tidak setuju dengan demokrasi. Karena ternyata mereka pun mempunyai alasan yang tidak gampang dibantah. Mereka itu berpendapat bukan tanpa ilmu. Walaupun hati ini belum merasa puas, karena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.&lt;br /&gt;S: Syukurlah kalau Nak Khoirul memahaminya. Kita memang butuh tabayyun dengan orang yang berbeda pendapat. Akan lebih baik lagi, kalau Nak Khoirul langsung belajar dari al-quran dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, Bapak telah menjelaskan beberapa konsep demokrasi. Bapak telah menjelaskan beberapa sifat Golongan Allah. Bapak pun telah menjelaskan bagaimana kedudukan partai politik di dalam lingkaran besar kaum muslimin. Tentang perintah Nabi untuk menjauhi semua kelompok. Namun Pak, kalau kita meninggalkan gelanggang politik, justru hal itu akan membuat parah kaum muslimin. Karena dengan demikian, kaum kafir akan masuk ke dalam parlemen. Mereka, bersama orang-orang Islam yang jahil, akan membuat undang-undang yang justru akan menyengsarakan kaum muslimin. Mereka akan lebih menindas kaum muslimin, akan mengganti dengan hukum-hukum thagut yang lebih mengerikan. Presiden dan gubernur akan dijabat oleh orang kafir. Apakah ummat Islam tidak berdosa secara fardu kifayah? Apakah kita akan tinggal diam saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening……...&lt;br /&gt;Kali ini Pemuda Khoirul berargumen cukup panjang. Pak Sholeh yang tadinya meladeni pertanyaan-pertanyaan dia dengan lancar, kini tiba-tiba wajahnya perlahan-lahan tertunduk lesu. Tatapannya merunduk, memandang permukaan karpet mesjid yang sudah usang dimakan usia. Raut wajahnya menampakkan kesedihan….Nampak jelas usianya yang telah menginjak setengah baya. Bibirnya tertutup rapat. Jari telunjuknya memainkan butiran-butiran pasir di atas karpet. Memang, dengan mudah sekali Beliau bisa menjelaskan bagaimana demokrasi itu bertentangan dengan Islam. Bahkan bertentangan dengan semua agama. Karena Hak Asasi Manusia kadangkala atau bahkan senantiasa berbenturan dengan Hak Asasi “Tuhan”, yang diatur dalam agama-agama. Namun kali ini Beliau dihadapkan dengan sebuah realita. Pertanyaan yang memaksa Beliau terdiam cukup lama. Terlihat sekali berat dan susahnya Beliau menjawab pertanyaan ini. Seakan-akan beliau sedang merasakan kehilangan seorang ayah atau seorang ibu. Terlihat ada kaca-kaca air di matanya. Kaca-kaca air itu semakin terlihat jelas menggumpal. Lalu….setetes air mata jatuh dari wajahnya yang masih tertunduk, beliau mengangkat wajah dan berkata lirih hampir tak terdengar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda, inilah puncak pertanyaan dari segala pertanyaan seputar demokrasi. Akan ananda rasakan, betapa tipis sekali batas jawabannya, kecuali bagi orang-orang yang memikirkannya dengan bashiroh dan kehati-hatian. Inilah dilema Ummat Islam yang saya namakan Dilema Simalakama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Apa itu Simalakama?&lt;br /&gt;S: Legenda tentang suatu jenis buah, yang apabila seseorang memakannya, maka bapaknya akan mati, kalau tidak dimakannya, maka ibunya yang akan mati. Suatu keputusan yang sulit dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mengapa bisa begitu Pak Sholeh?&lt;br /&gt;S: Karena Ummat Islam dihadapkan pada dua persoalan yang sangat bertolak belakang. Yang satu adalah masalah kemustahilan, yang kedua adalah masalah realita-realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya jadi tidak mengerti. Tolong Bapak jelaskan lebih rinci lagi.&lt;br /&gt;S: Baiklah, tapi saya akan bertanya dulu kepada ananda. Tolong ananda jelaskan, apa yang ananda fahami tentang “kemenangan” yang dijanjikan Rasulullah di akhir zaman bagi Ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm…yaitu berdirinya sebuah Daulah Islamiyyah berbentuk kekhalifahan…mmmm dan terealisasinya Hukum Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;S: Cukup bagus. Kira-kira bagaimana hal itu bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmm….Saya tidak tahu….mmm dengan berdemokrasi, memenangkan pemilu rasanya tidak mungkin…mmm mungkin dengan jihad kali Pak.&lt;br /&gt;S: Baiklah. Coba ingat-ingat kembali prinsip demokrasi. Yaitu prinsip menghargai perbedaan pendapat, adanya kompromi dan negosiasi dengan orang kafir, kompromi dengan orang Islam yang tidak faham Islam, seperti para nasionalis, aktifis HAM, adanya sistem satu suara lawan satu suara, sementara jumlah orang yang benar itu kata Rasulullah cuma sedikit. Menurut ananda, apakah mungkin Daulah Islamiyyah dan Hukum Islam kaffah tadi akan dapat ditegakkan dengan cara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm….rasanya koq tidak mungkin Pak… Karena di sana ada kompromi dan sikap menghargai pendapat orang lain…agama lain…aturan lain…hukum lain….&lt;br /&gt;S: Nak Khairul, itulah yang saya maksud dengan “kemustahilan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tapi kalau kita meninggalkan demokrasi, bisa-bisa presiden kita akan dijabat oleh orang non-muslim, hukum-hukum bisa diganti oleh mereka dengan yang lebih merugikan Islam. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;S: Ananda benar. Namun tetap saja, apakah hal itu akan membawa kepada “Kemenangan” seperti yang telah ananda definisikan tadi? Yaitu kemenangan hakiki, kemenangan yang kaffah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mustahil, karena di sana ada kompromi, ada toleransi.&lt;br /&gt;S: Kalau mustahil, kenapa jalan itu tetap ditempuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Saya tahu jalan itu tidak akan mencapai kemenangan yang hakiki kecuali dengan jihad. Tapi dengan demokrasi, minimal kita dapat membela hak-hak kaum muslimin.&lt;br /&gt;S: Inilah salah satu “realita” yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah, tadi ananda sebut-sebut tentang menyelamatkan kaum muslimin. Sekarang saya mau bertanya, siapa sebenarnya yang harus ananda selamatkan di antara kaum muslimin itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentunya yang paling penting adalah saya sendiri. Kemudian keluarga saya serta kaum muslimin seluruhnya. Kira-kira begitulah kalau saya urutkan menurut skala prioritas.&lt;br /&gt;S: Baiklah. Lalu, apa sih sebenarnya yang harus diselamatkan dari diri ananda, keluarga ananda dan kaum muslimin tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Agar tidak jatuh pada kesyirikan baik besar maupun kecil. Itu  yang paling utama, karena itulah inti dakwah para Nabi. Hal itu menjadi yang paling utama, karena itu adalah masalah surga dan neraka. Allah telah berfirman: “Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”.&lt;br /&gt;S: Baiklah. Setelah masalah syrik (tauhid), kira-kira prioritas apalagi yang harus ananda selamatkan dari kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kalau masalah surga dan neraka sudah terselamatkan, maka saya akan berusaha agar ibadah saya, keluarga saya dan kaum muslimin diterima oleh Allah. Adapun kuncinya cuma ada dua, yaitu ikhlash dan ittiba’ dengan menyempurnakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah.&lt;br /&gt;S: Baiklah. Tadi saya telah jelaskan sebuah “realita” yang sedang dihadapi oleh Ummat Islam, yaitu bahwa Ummat Islam terpaksa harus memilih sistem demokrasi. Sekarang ananda akan saya bawa kepada realita yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Realita apa itu Pak?&lt;br /&gt;S: Ananda telah katakan bahwa prioritas utama dalam menyelamatkan ananda sendiri, keluarga dan kaum muslimin seluruhnya adalah menjauhkan syirik (menjelaskan tauhid). Kira-kira langkah apa yang akan ananda tempuh untuk menyampaikan hal itu kepada ummat Islam Indonesia yang kebanyakan masih suka tahayyul, penuh dengan khurofat, suka berkunjung ke makam-makam keramat untuk berdoa, jimat, jampi-jampi, perdukunan, mistik, termasuk berhukum kepada hukum buatan manusia (hukum thagut)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentu saya akan menyampaikannya di manapun kesempatan itu datang pada saya, insya Allah.&lt;br /&gt;S: Apabila kesempatan itu ada di depan parlemen, anggap saja ananda memilih jalan itu, apakah ananda juga akan menyampaikannya? Mengusulkan kepada parlemen agar segera membuat aturan untuk melarang tour/ziarah ke kuburan-kuburan dan menutup pintu-pintu kemusyrikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Baiklah. Nampaknya ada yang sedang ananda pertimbangkan kalau ananda harus menyampaikan hal itu di depan parlemen. Kalau begitu, bagaimana kalau kita turun ke jalan saja berdemonstrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..Rasanya juga tidak mungkin Pak, karena hal itu justru akan memecahbelah kaum muslimin dan membenci partai saya.&lt;br /&gt;S: Kalau begitu ananda tidak konsisten. Bukankah tadi ananda katakan bahwa hal itu merupakan masalah surga dan neraka bagi ummat? Masalah yang menjadi prioritas pertama yang harus ananda selamatkan dari ummat? Dimanakah konsistensi ananda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Bapak benar.&lt;br /&gt;S: Selanjutnya ananda katakan bahwa prioritas yang kedua yang harus diselamatkan dari ummat adalah ibadah yang diterima oleh Allah dengan dua kuncinya yaitu ikhlash dan ittiba’. Ananda sudah tahu bahwa Ummat Islam ini telah berpecah belah dan banyak penyimpangan dalam peribadahan mereka. Ada yang sholat di kuburan, ada yang tahlilan, ada yang tidak perlu sholat kalau sudah sampai derajat tertentu (tarikat), ada yang memotong ayam lalu mengelilingkan darahnya pada rumah yang baru di bangun, istighosah dan doa bersama dengan kaum kafir, ikut perayaan natalan, wanita karir, dsb. Kira-kira jalan apa yang akan ananda tempuh untuk menyampaikan prioritas kedua ini kepada kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmm….saya rasa hal-hal itu pun tidak mungkin bisa disampaikan melalui parlemen atau demonstrasi, karena tentunya akan memecahbelah ummat dan membenci partai saya. Mmmmm……&lt;br /&gt;S: Baiklah. Kalau begitu, kapan dan dimana ananda merasa lebih nyaman untuk menyampaikan masalah-masalah itu kepada ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mungkin di masjid-masjid, masjlis ta’lim, madrasah, pesantren…&lt;br /&gt;S: Justru tempat itulah yang dihinakan oleh orang-orang yang mengagungkan dakwah lewat parlemen. Seolah-oleh parlemen adalah tempat yang mulia untuk berdakwah. Mereka menghinakan orang yang dakwah dari masjid ke masjid, seolah melupakan permasalahan ummat….Padahal siapa sebenarnya yang melupakan atau pura-pura lupa akan “permasalahan terpenting” ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Mmmmm…..&lt;br /&gt;S: Baiklah, bagaimana kalau ananda meyampaikannya di dalam kampanye sewaktu berkunjung ke daerah-daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Maksud Bapak menyampaikan masalah syirik (tauhid) dan penyimpangan ibadah dalam kampanye?&lt;br /&gt;S: Ya. Karena kata ananda itu adalah prioritas pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentu baru beberapa menit mereka akan lari Pak.&lt;br /&gt;S: Kalau begitu, materi apa yang akan ananda sampaikan dalam kesempatan kampanye itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tentang program kristenisasi, tentang ketidakadilan, tentang korupsi, tentang pornografi, tentang harga-harga yang naik terus, tentang pengangguran, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;S: Ananda sungguh sangat tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Kenapa begitu Pak?&lt;br /&gt;S: Karena tadi ananda mengatakan bahwa prioritas dakwah yang harus disampaikan kepada ummat adalah syririk (tauhid), kemudian yang kedua adalah cara beribadah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Dalam berkampanye kan kita harus terlebih dahulu menyentil ummat dengan masalah-masalah seputar mereka agar mereka setuju dengan kita lalu menyerahkan suaranya kepada kita. Sehingga nantinya kita bisa membela mereka di hadapan parlemen.&lt;br /&gt;S: Apa yang akan ananda bela di hadapan parlemen? Apakah ananda akan meminta parlemen untuk mengampuni kesyirikan mereka, penyimpangan ibadah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Ananda, justru tanggungjawab ada di pundak ananda sebagai juru dakwah. Saat kampanye, adalah saat ananda pertama kali berjumpa dengan kaum muslimin dan mungkin tidak akan pernah lagi ananda berjumpa dengan mereka. Mengapa ananda tidak berusaha menyelamatkan mereka dengan hal-hal yang pokok? Padahal masalah sesungguhnya yang hakiki yang sedang menyelimuti mereka adalah sesuatu yang akan mejerumuskan mereka ke dalam neraka? Yaitu syirik dan penyimpangan ibadah. Adakah masalah yang lebih besar dari itu sehingga ananda mengesampingkannya? Inilah yang saya maksud dengan realita yang kedua. Yaitu bahwa dakwah demokrasi akan menghambat penyampaian kebenaran dengan alasan untuk kerukunan ummat. Sebetulnya Allah pun telah melarang secara langsung kepada orang – orang beriman agar tidak menggunakan prinsip demokrasi dengan berpemilu (mengambil suara orang banyak dan bermacam – macam partai Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Oh ya? Adakah firman Allah tentang itu, Pak?&lt;br /&gt;S: Ada Nak Khoerul. Untuk masalah mengambil suara berdasarkan orang banyak (berpemilu), coba lihat surat Al An’aam ayat 116 (6:116). Sedangkan untuk masalah firqoh dalam Islam (banyak parti Islam), coba lihat surat Ar Rum ayat 30 sampai 32 (30:30-32). Pada surat Ar Rum ayat 30 sampai 32, Allah memberikan vonis bahwa memecah belah lingkaran besar Islam dengan merasa bangga terhadap lingkaran kecilnya adalah mempersekutukan Allah (syirik). Bukankah dosa yang paling besar adalah syrik? Ini kata Allah loh, bukan kata bapak. Bapak hanya mengucap ulang apa yang sudah Allah katakan di Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Wah, apabila larangannya sudah ada di Al Quran artinya ini sudah mutlak tidak bisa diubah lagi.&lt;br /&gt;S: Begitulah Nak Khairul. Dan Allah pun langsung memberikan solusi bagaimana seharusnya memenagkan Islam  di ayat 30nya. Yaitu perintah agar ‘kembali’ ke dien yang hanif, jalan yang lurus yang sesuai dengan manhaj nubuwwah, sesuai dengan sabda Rasulullah yang bapak sebutkan tadi di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Pak Sholeh, apa yang akan Bapak nasehatkan untuk diri saya?&lt;br /&gt;S: Ananda, demokrasi adalah sesuatu yang Allah tidak suka. Begitu (bahkan) Allah menjelaskannya dengan larangan yang disebutkan di Al Quran. Namun herannya ada yang mengaku kaum muslimin yang bangga dengan julukan pejuang-pejuang demokrasi. Padahal, apabila kita melihat prinsip-prinsip demokrasi, maka semakin suatu negara menuju kepada kesempurnaan demokrasi, maka setiap orang akan semakin bebas untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya, mengeluarkan hukum baru untuk menandingi hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananda, sekarang ananda tinggal memilih salah satu dari dua jalan. Ada jalan demokrasi dan ada jalan dakwah nubuwwah, ada Sabilithagut dan ada Sabillillah. Keduanya bagaikan keping mata uang yang saling berseberangan. Yang satu penuh toleransi dan pengorbanan akidah, yang satunya penuh ketegasan dan pasti terselamatkannya akidah. Gunakanlah bashiroh serta hikmah yang mendalam. Ananda bebas memilih salah satu dari kedua jalan itu. Pilihlah jalan yang dapat menyelamatkan ananda sendiri dan kaum muslimin dari adzab neraka, dari kesyirikan terhadap Allah. Juga nasehat saya, takutlah untuk tidak melanggar/mengorbankan hukum-hukum Allah dalam memperjuangkan kebenaran tersebut.&lt;br /&gt;Ananda, ingatlah firman Allah ini “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (An Nisa ayat 76). Bahwa Allah telah mengkabarkan perbedaan jalan yang akan ditempuh ini, tinggal Ananda mau memposisikan diri dimana? Apakah berjuang di jalan thagut dengan produknya seperti demokrasi, ataukah berjuang di jalan Allah berdasarkan tuntunan Al Quran dan As Sunnah yang berada diatas manhaj nubuwwah? Itu terserah Ananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang menjadi keputusan ananda, apalagi tentunya kalau ananda memilih jalan demokrasi, ananda tentu akan lebih bisa menghargai pendapat orang lain. Bukan menuduh mereka sebagai aliran sesat karena mereka berusaha menyadarkan umat akan pentingnya dakwah menurut manhaj nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu sudah mendekati adzan maghrib. Kebetulan terlihat Pak Ahmad (ketua salah satu partai Islam) datang ke mesjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib. Mereka berdua segera menghampirinya. Pemuda Khoriul membuka percakapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Assalamu’alaikum Pak Ahmad?&lt;br /&gt;Pak Ahmad (A): Wa’alaikumussalam, eh Nak Khoirul dan Pak Sholeh. Apa kabar nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Alhamdulillah kami berdua baik-baik saja. Maaf kami sengaja menghampiri Bapak untuk menyampaikan sesuatu.&lt;br /&gt;A: Ah, kok terasa formal sekali. Apa yang akan ananda sampaikan Nak Khoirul. Jangan membuat Bapak kaget ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K: Tidak Pak. Kami cuma ingin menyampaikan bahwa dalam menghadapi Program kristenisasi “Joseph 2004”, saya dan Pak Sholeh siap menyampaikan masalah ini di masjid-masjid, masjlis ta’lim, pesantren-pesantren yang biasa kami dakwah di dalamnya.&lt;br /&gt;A: Masya Allah….Masya Allah….Bapak sangat bersyukur sekali Nak Khoirul. Ini merupakan suatu nikmat yang paling berharga yang Bapak peroleh hari ini. Mudah-mudahan keinginan ananda dan Pak Sholeh diridhoi Allah. Teman-teman di partai pasti akan sangat senang sekali mendengarnya. Oya, apakah ini berarti Nak Khoirul dan Pak Sholeh akan bergabung dengan partai kami, memakai baju kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Khoirul tidak menjawab. Matanya beradu tatapan dengan Pak Sholeh. Saling memandang dan terdiam bisu. Dia tidak bisa menjawab. Teringat semua argumentasi Pak Sholeh tentang demokrasi. Tentang bagaimana prinsip bebas berpendapat, menghargai pendapat, yang justru memberikan kesempatan kepada orang jahat untuk menghalangi kebenaran dengan mengatasnamakan HAM, tentang bagaimana setiap partai harus mendulang suara, padahal jumlah orang baik di akhir zaman itu hanya sedikit. Teringat kembali betapa akan banyak pencampuran antara yang hak dan yang batil. Teringat kembali akan sifat-sifat hizbullah, yang diantaranya adalah keras terhadap orang kafir dan berkasihsayang dengan sesama muslim. Teringat akan adanya kemustahilan dalam pencapaian kemenangan melalui kompromi/toleransi. Teringat bagaimana kemenangan hakiki itu bisa dipetik hanya dengan jihad di jalan Allah, diatas manhaj nubuwwah, bukan dengan kompromi atau toleransi.Teringat akan kaum muslimin yang sedang berkubang dalam lumpur syirik dan penyimpangan ibadah. Teringat bagaimana demokrasi akan menghambat penyampaian kebenaran dengan alasan kerukunan ummat. Teringat bagaimana vonisan Allah di Al Quran terhadap pemecah belah umat dan larangan Allah untuk demokrasi. Teringat akan persatuan ummat secara jasadi warruhi. Teringat akan wasiat Rasulullah kepada orang-orang yang hidup di akhir zaman untuk menjauhi semua kelompok yang ada dan wasiat untuk ruju’ (kembali) kepada Kitabullah, Sunnah Rasul dan Ijma para shahabat. Teringat akan makna “kembali”, yaitu kembali ke dien yang hanif, dien yang fitrah yang tidak ada perubahan atas fitrahnya, yang selalu belandaskan Al Quran dan As Sunnah diatas manhaj nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan Maghrib nyaring berkumandang. Pemuda Khoirul belum juga memberikan jawaban. Dirasakannya betul bagaimana reaksi Pak Ahmad kalau dia harus mengatakan “tidak!”. Tentu akan panjang sekali penjelasan yang harus disampaikan, akan sulit sekali difahami, dikaji dan diputuskan, akan ada kembali sebuah diskusi yang panjang dan melelahkan, diskusi tentang sebuah dilema bagi ummat Islam. Dilema yang seolah di dalamnya ada kebaikan namun ada juga keburukan yang ganas. Dilema yang menjadi perdebatan kaum muslimin di akhir zaman. Dilema yang butuh kehati-hatian dan bashiroh mendalam dalam memahaminya. Dilema yang sangat melelahkan. Dilema Simalakama !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhahran-Saudi Arabia, Ahad 22 Sha’baan 1424 H.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-4744472134036173099?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/4744472134036173099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=4744472134036173099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/4744472134036173099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/4744472134036173099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2011/05/dilema-simalakama-asli.html' title='dilema simalakama [ASLI]'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-4016809379509853003</id><published>2010-06-14T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:13:31.057-07:00</updated><title type='text'>hello (again) world! :)</title><content type='html'>setelah ditinggal dua tahun lamanya, saya baru inget klo saya punya blog :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-4016809379509853003?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/4016809379509853003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=4016809379509853003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/4016809379509853003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/4016809379509853003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2010/06/hello-again-world.html' title='hello (again) world! :)'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-2804630890817050736</id><published>2008-09-28T06:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T23:31:48.746-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>liat deh video ini! asik tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object allowscriptaccess="never" allownetworking="internal" width="425" height="355"&gt;&lt;param allowscriptaccess="never" allownetworking="internal" name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_KlaTcqO-YY&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param allowscriptaccess="never" allownetworking="internal" name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed allowscriptaccess="never" allownetworking="internal" src="http://www.youtube.com/v/_KlaTcqO-YY&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-2804630890817050736?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/2804630890817050736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=2804630890817050736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2804630890817050736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2804630890817050736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2008/09/liat-de-video-ini-kasih-komentar-dong.html' title=''/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-3052428529113872754</id><published>2007-12-13T07:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T18:18:42.342-08:00</updated><title type='text'>for what?</title><content type='html'>Apa sih yang anak2 kuliahan tunggu2 selain cepet lulus, cumlaude, dapet jodoh!!! wakakakakakk.... pikiran sederhana (baca:umum) semacam ini pasti banyak banget dipikirin oleh kebanyakan dari mereka..(termasuk saya,dulu ^^).&lt;br /&gt;  Kalau kita teruskan angan-angan tadi, kira2 kelanjutannya adalah: kerja, nikah, punya anak, beli rumah, beli mobil, menunggu usia tua, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata yang terakhir tadi adalah penyelesaian dari semuanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Renungan: &lt;/span&gt;Apakah tujuan kita hidup hanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekedar&lt;/span&gt; yang saya sebutkan diatas??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okelah, misal ditambah dengan menjadi pelaku sejarah bagi negara saya.&lt;br /&gt;Akan saya bela negara saya mati-matian. Mau itu pertandingan sepakbola, bulutangkis, konflik antar negara melawan negara tetangga si malingsia, dll. Atau menjadi seorang ilmuan, penemu sesuatu, scientis yg super duper jenius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah itu salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedikit komentar pedas:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;ada pepatah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"don't ask what your country have done to you, but ask what you can do for your country"&lt;br /&gt;"jangan tanya apa yang sudah negaramu beri padamu, tapi tanya apa yang sudah kamu beri pada negaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;sebaiknya kita tanya balik:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"can your country promised me wheter I die defend my country, will I be in peace? (heaven)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"bisakah negaramu berjanji apabila saya mati membela negara saya, saya dijamin bahagia di surga?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;think with your mind, bro!!&lt;br /&gt;who is the owner of heaven anyway? your goverment? :siul:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dimanakah kau posisikan Allah sebagai tuhanmu ketika semua targetan hidupmu adalah urusan duniawi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-3052428529113872754?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/3052428529113872754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=3052428529113872754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/3052428529113872754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/3052428529113872754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/12/life-live-for-what.html' title='for what?'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-7339682780483634312</id><published>2007-10-27T10:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:21:21.652-07:00</updated><title type='text'>Bandung pollution city!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sadarilah wahai kawan!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bandung yang dulunya kota sejuk, berhawa dingin, berpenduduk ramah, kini telah berubah menjadi sebuah kota yang chaos. Entah siapa yang patut disalahkan tapi memang orang-orang di Bandung (Indonesia umumnya) kurang bersyukur atas nikmatNya. I have strong evidence to proof that Bandung's air condition is full of pollution. Please take a look at this picture..&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126076494985486738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RyN7ab8W4ZI/AAAAAAAAACU/TtpjmW_Q668/s320/6.00.JPG" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;6.00 am &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126080888737030562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RyN_aL8W4aI/AAAAAAAAACc/R3aGln14XKY/s320/6.30.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt; 6.15 am&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126083229494206898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RyOBib8W4bI/AAAAAAAAACk/IXyQEwGYj2Y/s320/7.00.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;6.40 am&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;bagaimana ini?? tambah siang, kabut abu-abunya semakin tebaaal...&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pikirkanlah ini kawan!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;photos was originaly taken by Gopal, 2006.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-7339682780483634312?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/7339682780483634312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=7339682780483634312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7339682780483634312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7339682780483634312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/10/bandung-pollution-city.html' title='Bandung pollution city!'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RyN7ab8W4ZI/AAAAAAAAACU/TtpjmW_Q668/s72-c/6.00.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-2454014589461487446</id><published>2007-10-22T04:00:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T04:18:58.658-07:00</updated><title type='text'>liburan,,,, bosen banget!!</title><content type='html'>kegiatan saat liburan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ga boleh sepedahan, kan baru jatoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ga boleh maen basket, kan tangannya retak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. popotoan segala macem, misalnya bunga,hehehe...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyFw16OS9I/AAAAAAAAAB0/HOqiygcsXmM/s1600-h/DSCN7735.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyFw16OS9I/AAAAAAAAAB0/HOqiygcsXmM/s400/DSCN7735.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124117550192282578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. makan buah mangga yg ga abis-abis da ada se-dus gede&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. makan anggur, hehehe&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyEUl6OS8I/AAAAAAAAABs/zsOFIXybMuk/s1600-h/Popotoan..%28529%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyEUl6OS8I/AAAAAAAAABs/zsOFIXybMuk/s400/Popotoan..%28529%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124115965349350338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. bikin robot line follower (yg gampang dlu)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyGjF6OS-I/AAAAAAAAAB8/b4BJ78L61U8/s1600-h/Popotoan..%28542%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyGjF6OS-I/AAAAAAAAAB8/b4BJ78L61U8/s400/Popotoan..%28542%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124118413480709090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. gatau ngapain lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. nungguin luka2 saya sembuh biar bisa sepedahan lagi!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-2454014589461487446?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/2454014589461487446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=2454014589461487446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2454014589461487446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2454014589461487446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/10/liburan-bosen-banget.html' title='liburan,,,, bosen banget!!'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyFw16OS9I/AAAAAAAAAB0/HOqiygcsXmM/s72-c/DSCN7735.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-7968427012804688183</id><published>2007-10-22T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T23:37:58.326-07:00</updated><title type='text'>smiling in accident</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Wadoh,, baru aja satu hari sejak ITB libur lebaran,, hari minggu sore saya jatoh dr sepeda, hehehe..... gapapalah, cuma dijait 9 jaitan, radius ulna(leg/lengan bawah) saya retak, ama tulang jari jempol kanan retak juga, hehehehehe..... liat aja fotonya ndiri!&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyA3F6OS5I/AAAAAAAAABU/bPx8x2ruDWM/s1600-h/Popotoan..%28498%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyA3F6OS5I/AAAAAAAAABU/bPx8x2ruDWM/s400/Popotoan..%28498%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124112160008326034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyA3F6OS5I/AAAAAAAAABU/bPx8x2ruDWM/s1600-h/Popotoan..%28498%29.jpg"&gt;ini wakto baru banget jatoh.. rada narsis dikit gapapa kan?? ^^&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyBH16OS6I/AAAAAAAAABc/qs3Gyz3GDis/s1600-h/Popotoan..%28500%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyBH16OS6I/AAAAAAAAABc/qs3Gyz3GDis/s400/Popotoan..%28500%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124112447771134882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyBH16OS6I/AAAAAAAAABc/qs3Gyz3GDis/s1600-h/Popotoan..%28500%29.jpg"&gt;ini pas lagi dijait ama dokter&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyBq16OS7I/AAAAAAAAABk/QkFEiHYOpgs/s1600-h/Popotoan..%28502%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyBq16OS7I/AAAAAAAAABk/QkFEiHYOpgs/s400/Popotoan..%28502%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124113049066556338" border="0" /&gt;smile! u'r on candid camera!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehe... ^^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-7968427012804688183?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/7968427012804688183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=7968427012804688183' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7968427012804688183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7968427012804688183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/10/smiling-in-accident.html' title='smiling in accident'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RxyA3F6OS5I/AAAAAAAAABU/bPx8x2ruDWM/s72-c/Popotoan..%28498%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-8717308119544698273</id><published>2007-09-20T03:04:00.002-07:00</published><updated>2007-09-20T03:23:20.194-07:00</updated><title type='text'>time is .......</title><content type='html'>Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda rekening baru pada anda setiap paginya sejumlah Rp.86400. Semua uang itu harus anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang di rekening anda. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja anda akan menghabiskan semua uang pemberian bank itu sebelum dihanguskan oleh bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa setiap dari kita memiliki bank semacam itu? Namanya adalah WAKTU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi ia akan memberikan anda waktu 86400 detik.&lt;br /&gt;Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan anda waktu tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru u/ anda. Setiap malam ia akan menghanguskan sisanya. Jika anda tidak menggunakannya maka anda akan merasa rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak bisa menariknya kembali, ataupun meminta "uang muka" untuk keesokan harinya. Anda harus hidup dalam simpanan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, gunakanlah waktu yang anda miliki sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tak naik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada cowo yang nunggu cewenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang hampir tertabrak mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak olimpiade.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-8717308119544698273?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/8717308119544698273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=8717308119544698273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/8717308119544698273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/8717308119544698273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/time-is.html' title='time is .......'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-838799588399096375</id><published>2007-09-17T11:28:00.001-07:00</published><updated>2007-09-17T11:28:41.246-07:00</updated><title type='text'>Keran air</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada seorang yang hidup di daerah pedalaman yang selama hidupnya belum tersentuh kemajuan dunia modern. Suatu saat ia diajak oleh anaknya mengunjungi ibu kota untuk sekedar menikmati dan mengetahui adanya gaya hidup yang lain dari yang biasa ia hadapi. Selama di kota ia tinggal di hotel yang aduhai mewahnya. Segalanya bagai mimpi. Ia merasakana adanya surga di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan saja, Masuk di kotak kecil, berdiri beberapa menit, tiba-tiba saja sudah berada di lantai yang tinggi (lift). Hanya dengan menekan sebuah alat kecil (remote control), tiba-tiba sebuah kotak mengeluarkan sinar, dan di dalamnya ada gambar hidup (televisi). Ia tak habis-habisnya berdecak kagum akan segala keanehan dunia ibu kota yang belum pernah ia alami sebelumnya. &lt;span id="more-206"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika akan pulang ke tempat asalnya, ia ditanya apa yang ingin dibawanya pulang sebagai kenangan. Tanpa berpikir panjang ia berkata: ‘Saya ingin membawa pulang dua keran air.’ Semua pada bengong. Namun ia lalu menjelaskan bahwa setelah pulang, kedua keran air itu akan ditempelkan pada dinding rumahnya. Ia berpikir, hanya dengan memutarkan keran air itu, ia akan mendapatkan air yang amat dibutuhkan terutama ketika terik matahari menyengat keras. Ia tidak tahu kalau keran air di kamar hotel itu dihubungkan dengan pipa ke sumber airnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;——————-&lt;br /&gt;- Jika tak dihubungkan dengan sang ASAL, maka hidup ini cumanlah sebuah mimpi kosong.&lt;br /&gt;- Penampakan lahiriah tak mewakili kebenaran batiniah seseorang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-838799588399096375?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/838799588399096375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=838799588399096375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/838799588399096375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/838799588399096375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/keran-air.html' title='Keran air'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-625866883161757733</id><published>2007-09-17T11:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T11:15:09.368-07:00</updated><title type='text'>Penghalang impian!</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Semua orang pasti memiliki mimpi-mimpi dan harapan-harapan dalam kehidupannya. Mimpi yang dia inginkan untuk menjadi kenyataan. Namun realita kehidupan kadang berkata lain, apa yang terjadi, apa yang menjadi kenyataan, berbeda dengan mimpi dan harapan yang pernah terbayang di benak kita masing-masing. Ada beberapa hal yang menghalangi mimpi-mimpi anda untuk menjadi kenyataan.&lt;span id="more-148"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Takut gagal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takut adalah perasaan yang biasa, namun bila anda sudah takut gagal dalam melakukan sesuatu, maka 50% anda sudah gagal. Hilangkan perasaan itu tumbuhkan rasa ingin mencoba tanpa harus takut terbebani perasaan jika gagal. Gagal adalah hal yang biasa, kenapa tidak mencoba lagi ??? selalu ada kesempatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Melawan kemungkinan-kemungkinan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan-kemungkinan selalu muncul dalam melakukan pekerjaan, ada kemungkinan yang baik ada pula kemungkinan yang terburuk sekalipun. Sebagian besar dari kita selalu berpikir tentang kemungkinan terburuk yang tentu saja mempengaruhi kejiwaan serta semangat kerja anda dalam mencapai tujuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Ingin yang biasa-biasa saja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kenapa anda tidak menginginkan sesuatu yang luar biasa ??? buatlah hasil yang lebih dari biasanya, buatlah hasil yang berbeda dari yang sudah ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Kurang antusias&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme mungkin hal yang sepele, namun antusiasme akan menimbulkan gairah dan semangat bagi anda. Setidaknya dengan antusias terhadap sesuatu maka anda akan memiliki semangat untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Defensif terhadap perubahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang tidak dihindari adalah perubahan, namun demikian perubahan menuju yang lebih baiklah yang harus dilakukan dan diikuti. Banyak atasan (pimpinan) yang tidak bertahan lama dalam posisinya, kenapa ??? karena mereka ingin membuat perubahan ditempat dimana dia memimpin tapi dia sendiri defensif terhadap perubahan. Bagaimana mungkin ?&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-625866883161757733?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/625866883161757733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=625866883161757733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/625866883161757733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/625866883161757733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/penghalang-impian.html' title='Penghalang impian!'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-7495306400480191853</id><published>2007-09-17T11:08:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T11:13:41.653-07:00</updated><title type='text'>Cerita si pendaki gunung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/Ru7DSBfd2bI/AAAAAAAAABM/nA3lRV7JmvE/s1600-h/DSCN6371.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/Ru7DSBfd2bI/AAAAAAAAABM/nA3lRV7JmvE/s400/DSCN6371.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111237341517568434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.&lt;br /&gt;Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak di sekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.&lt;span id="more-147"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding. Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah, tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. “Potong tali itu….potong tali itu. Terdengar senyap melintasi telinganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku, dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.&lt;br /&gt;Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Allah tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban, masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun teman, cobaan yang diberikan Allah buat kita, adalah latihan, adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu, ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA. Ya, asal kita percaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seberapa besar rasa percaya kita kepada Allah, sehingga mampu membuat kita “memotong tali pengait” saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Allah, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena rasa percaya tersimpan dalam hati, maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Allah dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu.&lt;/p&gt; Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-7495306400480191853?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/7495306400480191853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=7495306400480191853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7495306400480191853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/7495306400480191853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/cerita-si-pendaki-gunung.html' title='Cerita si pendaki gunung'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/Ru7DSBfd2bI/AAAAAAAAABM/nA3lRV7JmvE/s72-c/DSCN6371.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-5038951899986741160</id><published>2007-09-17T10:48:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T11:26:32.309-07:00</updated><title type='text'>proof that u'r not just dreaming only, dreamer!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Penyakit yang sangat mengerikan dalam hidup adalah tidak berkemampuan untuk punya impian. Ketika kita tidak punya impian, maka banyak kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya sangat mungkin akan menjadi tidak mungkin.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Berbicara masalah impian, ada orang yang tidak berani punya impian, ada yang impiannya masa lalu, banyak yang bermimpi kecil, sebagian bermimpi besar tapi tidak mempersiapkan insfrastruktur impiannya, juga ada yang bermimpi besar tapi mudah puas, dan sangat sedikit yang bermimpi besar setelah tercapai mimpi besar lagi. Kebanyakan diantara kita adalah menduduki posisi hanya pada level mimpi basah saja he..he..he…, sehinga usianya saja yang bertambah, tapi mentalitas cita-citanya tidak pernah bertambah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-27"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Tadi pagi, saya berkunjung kesalah satu sahabat yang selama ini hanya sekedar saling senyum kalau berjumpa, namun belum pernah berkunjung ke rumahnya. Padahal rumah kami saling berdekatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Awal mula kami berkunjung adalah ketika tetangga kami melihat modul pelatihan The Spiritual SMART Management yang sedang kami pegang, kemudian beliau minta tiga modul pelatihan yang berbeda, sebab tertarik dengan cover dan judul didepannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ketika beliau membaca salah satu bahasan yang berjudul “Dare To Dream”, yaitu berani bermimpi, inti materinya seperti bahasan tadi, beliau tertawa terbahak-bahak, sebab selama ini impiannya sudah besar, namun impiannya yang besar itu tidak spesifik.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Beliau berceritera, padahal saya sendiri juga tidak berharap beliau berceritera. Beliau mengatakan&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;:”Impian besarku memang terwujud”, tapi karena kurang spesifik, akhirnya impian itu terwujud dan malah menyulitkan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Kemudian beliau melanjutkan ceriteranya tentang bagaimana impian besarnya itu terwujud dan mempersulit diri sendiri. Beliau sudah sepuluh tahun, punya impian ingin punya mobil, dan alhamdulilah impiannya terwujud. Namun, karena tidak spesifik, akhirnya impian punya mobil menjadi kenyataan, hanya mobil butut. Yaitu, mobil tahun tua banget, bahkan bisa dikatakan mobil tahun kakek-kakek dan nenek-nenek&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Setelah punya mobil itu, keuangannya bukan malah bertambah, namun hampir lima puluh persen keuangan dan waktunya terkuras untuk mobil. Beliau sekarang, ingin menjual mobil itu dan sudah memasang iklan di koran, namun sampai sekarang, belum ada satupun yang berminat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt; Ketika mendengar kisah nyata tentang impian besar yang tidak spesifik itu, secara pribadi saya tertawa geli, jangan-jangan selama ini, impian terkabul, tapi impian yang menggerogoti kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kita sudah memasuki bulan ramadhan, pada bulan ramadhan, doa-doa insyaAllah akan terkabulkan. &lt;span lang="pt-BR"&gt;Oleh karena itu, jangan sampai doa kita terkabul, tetapi justru menggerogoti prestasi kita. Mari bermimpi besar yang spesifik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Berani hadapi bermimpi besar yang spesifik!!! Atau impian besar kita terkabul dan menggerogoti kehidupan kita. Bagaimana pendapat Anda???&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;dikutip dari Amri.web&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-5038951899986741160?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/5038951899986741160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=5038951899986741160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/5038951899986741160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/5038951899986741160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/proof-that-ur-not-just-dreaming-only.html' title='proof that u&apos;r not just dreaming only, dreamer!'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-2838507439759632764</id><published>2007-09-17T10:44:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T10:45:50.973-07:00</updated><title type='text'>Salah Obat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Banyak diantara kita yang ingin sehat, maka salah satu caranya adalah minum obat. Namun banyak diantara kita, minum obat bukan menjadi sehat, sebab obatnya salah. Begitu juga dalam kehidupan, banyak diantara kita ingin sehat dan fit dalam menghadapi kehidupan ini, namun banyak yang salah dalam mengkonsumsi obatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-22"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena orang ingin rilek dan fres, maka dipilihlah aktivitas olah raga memancing, tidak salah memang aktivitas memancing, namun kalau kita tidak hati-hati justru memancing bisa menyebabkan kita menjadi pemalas. Bukan kesabaran dan kearifan yang kita dapat, namun kemalasan dan terbuang waktu sangat banyak. Ini terjadi, karena kita menganggur, beraktivitas penenangan yaitu memancing, jadi tenang betulan yaitu malas he..he..&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau kita ingin suasana tenang tanpa kebisingan, tidak salah memang. Namun, bagi kita yang tidak terbiasa kerja keras, penuh aktivitas yang memerlukan vitalitas, tempat yang tenang malah membunuh kreativitas dalam kegigihan menghadapi kehidupan. Maka, cari saja suasana yang hiruk pikuk, agar saraf kita tidak tertidur.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Begitu juga sebaliknya, bagi yang setiap hari kerja keras dan dihimpit aneka target cepat tanpa ampun, maka jangan istirahat di tempat hiruk pikuk, sebab syarat diri kita akan terputus oleh keputusasaan. Carilah tempat tinggal yang hening. Kalau kesulitan, buat saja satu ruangan khusus yang ada alat peredamnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi temen-temen yang pekerjaannya banyak duduk atau sedikit aktivitas gerak, maka buatlah hari-hari tertentu aktivitas yang penuh gerak. Agar tulang dan otot-otot kehidupan kita menjadi kokoh, sehingga sensori motoriknya menjadi hidup dan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sedangkan temen-temen yang pekerjaannya banyak gerak, maka buatlah hari-hari tertentu aktivitas yang diam dan menenangkan. Agar tulang dan otot-otot kehidupan kita bisa menjadi lentur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahabat&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hidup ini, harus variasi, tanpa variasi akan menjadi jenuh dan membosankan. Jangan makan sate terus, juga jangan makan sambal terus, semuanya perlu variasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Yang di kampung mainlah ke kota, agar bisa melihat gedung-gedung menjulang, namun yang di kota main-mainlah ke kampung agar bisa melihat gunung-gunung yang menjulang.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berani menghadapi tantangan hidup dengan obat yang benar !!! Atau hidup senang dengan salah obat yang berdampak salah produktivitas. Bagaimana pendapat sahabat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;dikutip dr Amri.web&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-2838507439759632764?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/2838507439759632764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=2838507439759632764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2838507439759632764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/2838507439759632764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/salah-obat.html' title='Salah Obat'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-1700088797563717480</id><published>2007-09-17T09:48:00.000-07:00</published><updated>2007-09-17T10:04:02.225-07:00</updated><title type='text'>Marhaban yaa Ramadhan!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jika hati ini seringkali jengkel,&lt;br /&gt;Jadikan ia jernih sejernih XL,&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali iri,&lt;br /&gt;Jadikan ia cerah secerah MENTARI,&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali dendam&lt;br /&gt;Jadikan ia penuh kemesraan FREN&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali dengki&lt;br /&gt;Jadikan ia penuh SIMPATI&lt;br /&gt;Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan&lt;br /&gt;Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,&lt;br /&gt;Raihlah HOKI&lt;br /&gt;Raihlah JEMPOL dari Illahi&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-1700088797563717480?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/1700088797563717480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=1700088797563717480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/1700088797563717480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/1700088797563717480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban yaa Ramadhan!'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4380358545272805321.post-8732731946941088704</id><published>2007-09-13T09:04:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T09:13:43.232-07:00</updated><title type='text'>Apa sih asiknya bersepeda?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RulgtBfd2UI/AAAAAAAAAAM/ib2mi5FPQy8/s1600-h/flowers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RulgtBfd2UI/AAAAAAAAAAM/ib2mi5FPQy8/s400/flowers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109721578839333186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mengertikah arti foto ini??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan bersepeda, anda dapat melihat bunga di masa depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan bersepeda, anda ikut melestarikan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan bersepeda, anda IKUT MENYELAMATKAN bumi ini dari global warming&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan bersepeda, anda bisa mendapatkan foto keren kaya saya ini,,hehehehe....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4380358545272805321-8732731946941088704?l=gopalgopel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopalgopel.blogspot.com/feeds/8732731946941088704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4380358545272805321&amp;postID=8732731946941088704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/8732731946941088704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4380358545272805321/posts/default/8732731946941088704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopalgopel.blogspot.com/2007/09/apa-sih-asiknya-bersepeda.html' title='Apa sih asiknya bersepeda?'/><author><name>Naufal El Farisi M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05408693495889652280</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3jnwNLU87rs/RulgtBfd2UI/AAAAAAAAAAM/ib2mi5FPQy8/s72-c/flowers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
