Tuesday, February 5, 2013

Material Senjata Tajam

Berikut ini akan saya jabarkan penjelasan mengenai baja dan bahan-bahan lain yang umumnya dipakai untuk membuat senjata tajam berupa katana, pisau, dan lain-lain. Saya bukan ahli metalurgi, ahli tempa, ataupun pembuat senjata tajam. Saya kebetulan menggemari senjata tajam sehingga ikut mempelajari baja-baja senjata tajam dengan cara membaca.


Berikut beberapa sumber referensi tulisan ini:

BAJA


Baja adalah logam paduan dengan kandungan utamanya adalah besi yang di padu dengan unsur karbon. Untuk bisa disebut baja, kandungan karbon tidak boleh kurang dari 0.2% dan tidak lebih dari 2.1%. Bila kandungan karbon kurang dari 0.2%, logam ini tidak bisa di harden (diperkeras dengan proses hardening/nyipuh). Bila kandungan karbon lebih dari 2.1% logam ini akan menjadi getas (gampang patah).

Aturan mengenai kandungan karbon diatas; dalam beberapa tahun terakhir telah tidak sesuai lagi. Beberapa tahun terakhir beberapa pabrik baja telah menemukan baja jenis baru sebagai contoh: baja H1 yang digunakan oleh beberapa perusahan pisau kandungan karbonnya adalah 0.15% (sebagian besar orang masih tidak menganggap H1 sebagai baja/steel, karena H1 dengan kandungan karbon serendah ini tidak bisa di harden). Begitu juga kandungan karbon dari baja ZDP189 yang 3.0%. CPM Rex 121 yang mempunyai kandungan karbon 3.4%.

*Satu hal yang harus diingat. Baja apapun yang digunakan sebuah pisau, yang paling penting adalah Proses Heat Treatment-nya (HT) (dari hardening sampai tempering). Sebagai contoh baja dengan bahan baja D2 yang tidak melalui proses HT atau tidak melalui proses HT yang benar akan menjadi kalah jauh kemampuannya dibanding baja D2 dengan HT yang benar.


UNSUR/KANDUNGAN DALAM BAJA


Sederhananya, baja adalah besi dengan kandungan karbon di dalamnya. Campuran lainnya ditambahkan untuk membuat baja untuk mempunyai kemampuan yang lebih. Berikut adalah campuran penting dalam baja (termasuk karbon) sesuai urutan abjad, dan beberapa contoh baja yang berisi paduan tersebut:

Karbon: Hadir dalam semua baja, itu adalah unsur yang paling penting untuk proses hardening/pengerasan, juga meningkatkan kekuatan baja tetapi, semakin banyak kandungannya, ketangguhan baja akan semakin berkurang dan membuat getas/gampang patah.

Kromium: Ditambahkan untuk ketahanan aus, membantu proses hardening, dan (yang paling penting) untuk ketahanan karat. Sebuah baja dengan setidaknya 13% kromium biasanya dianggap baja tahan karat/stainless steel, meskipun definisi lain mengatakan baja harus memiliki minimal 11,5% kromium lepas (sebagai lawan yang diikat di karbida) dianggap "stainless". Meskipun namanya stainless steel, semua jenis baja ini dapat berkarat jika tidak dipelihara dengan baik. Menambahkan kromium dalam jumlah tinggi mengurangi ketangguhan. Kromium adalah karbida-mantan, yang karena itu meningkatkan ketahanan aus.

Mangan: Sebuah elemen penting. Mangan membantu memperbaiki struktur butir baja, dan memberikan kontribusi untuk proses pengerasan/hardening. Juga kekuatan & ketahanan aus. Meningkatkan kemampuan baja melawan proses oksidasi selama proses pembuatan baja. Hadir dalam hampir semua baja pisau kecuali untuk A2, L-6, dan CPM 420V.

Molibdenum: pembuat struktur karbida, mencegah kerapuhan & mempertahankan kekuatan baja pada suhu tinggi. Hadir dalam banyak baja, terutama pada baja yang mengeras dengan udara (misalnya, A2, ATS-34) selalu memiliki 1% atau lebih molibdenum - molibdenum adalah apa yang memberi mereka kemampuan baja mengeras di udara.

Nikel: Menambahkan ketangguhan. Hadir dalam L-6 dan AUS-6 dan AUS-8. Nikel secara luas diyakini memainkan peran dalam ketahanan karat juga.

Fosfor: Hadir dalam jumlah kecil di sebagian besar baja, fosfor adalah salah satu unsur yang mengurangi ketangguhan.

Silicon: Berkontribusi pada kekuatan. Seperti mangan, unsur ini memperbaiki struktur baja.

Sulfur/Belerang: Biasanya tidak diinginkan di sendok garpu baja, membuat baja mudah dibentuk, namun menurunkan ketangguhan.

Tungsten: Juga merupakan pembuat struktur karbida, sehingga meningkatkan ketahanan aus. Ketika dikombinasikan dengan baik dengan kromium atau molibdenum, tungsten akan membuat baja menjadi baja tahan panas (high Speed Steel). Baja M2 memiliki jumlah tungsten yang tinggi. Unsur ini merupakan pembuat struktur karbida terkuat setelah vanadium.

Vanadium: Berkontribusi untuk ketahanan aus dan pengerasan, dan sebagai pembuat karbida. Unsur ini memurnikan butiran baja, dan memberikan kontribusi untuk ketangguhan baja dan memungkinkan pisau untuk diasah sampai sangat tajam. Beberapa baja memiliki vanadium. khusus untuk M2, Vascowear, dan CPM T440V dan 420V (dalam urutan meningkatnya jumlah) memiliki kandungan Vanadium yang tinggi. Perbedaan terbesar antara baja BG-42 dengan ATS-34 adalah kandungan vanadium.


SEPINTAS BEBERAPA ISTILAH BAJA YANG UMUM



Kode dan tipe baja:

Menurut aturan SAE (Society of Automotive Engineers) 
  • 1XXX - Baja simple (Plain Carbon Steel)
  • 13XX - Baja berkandungan Mangan
  • 2XXX - Baja paduan Nikel
  • 23XX - Baja dengan kandungan Nikel 3.5%
  • 25XX - Baja dengan kandungan Nikel 5.0%
  • 3XXX - Baja paduan Nikel dan Chrome
  • 4XXX - Baja paduan Molybdenum
  • 40XX - Baja paduan Molybdenum
  • 41XX - Baja paduan Chrome dan Molybdenum
  • 43XX - Baja paduan Chrome, Molybdenum, dan Nikel
  • 46XX - Baja paduan Molybdenum dan Nikel
  • 48XX - Baja paduan Molybdenum dan Nikel
  • 5XXX - Baja paduan Chrom
  • 51XX - Baja paduan Chrom dengan kandungan Chrom rendah
  • 52XX/52XXX - Baja paduan Chrom dengan kandungan Chrom sedang
  • 53XX - Baja paduan Chrom dengan kandungan Chrom tinggi
  • 6XXX - Baja paduan Chrom dan Vanadium
  • 86XX - Baja paduan Nikel, Chrom, dan Molybdenum
  • 87XX - Baja paduan Nikel, Chrom, dan Molybdenum
  • 92XX - Baja paduan Mangan dan Silikon
Pada aturan kode ini, dua huruf X terakhir adalah merupakan nilai kandungan karbon (khusus yang kandungan karbon 1% keatas, angkanya 5 deret, dan X tanda kandungan karbon ada 3 X). Sebagai contoh 1095 kandungan karbon adalah 0.95%, 52100 kandungan karbon adalah 1.00%, 9260 kandungan karbon adalah 0.60%

Menurut aturan AISI (American Iron and Steel Institute)
  • A - Air hardening steel. Adalah baja dengan proses hardening dengan media pendingin udara
  • D - Die steel. Adalah baja yang pada mulanya diperuntukkan untuk proses pressing untuk membentuk, untuk membolongi, dan mencetak
  • F - Carbon/Tungsten alloy. Adalah baja paduan dengan Tungsten
  • H - Hot work. Adalah baja yang diperuntukkan untuk mengerjakan pekerjaan pada temperatur tinggi.
  • L - Low Alloy. Adalah baja dengan kandungan paduan rendah
  • M - Molybdenum Alloy. Adalah baja paduan Molybdenum
  • O - Oil hardening steel. Adalah baja dengan proses hardening dengan media pendingin minyak.
  • P - Mold steel alloy. Adalah baja yang diperuntukkan untuk mengerjaan pekerjaan molding/pengecoran.
  • S - Shock resistant steel. Baja dengan ketahanan benturan tinggi. baja dengan keuletan tinggi.
  • T - Tungsten alloy steel. Adalah baja paduan Tungsten
  • W - Water hardening steel. Adalah baja dengan proses hardening dengan media pendingin air
Baja-baja ini mempunyai kode yang berbeda di Eropa, Jepang, ataupun RRC, bahkan beda Pabrik pun nama menjadi beda. Untuk mencari persamaannya, bisa menggunakan bantuan link berikut: http://zknives.com/knives/steels/steelchart.php


Baja Karbon (Carbon Steel)


Sebetulnya baja adalah besi yang mempunyai kandungan karbon, jadi sebetulnya cukup disebut baja saja, dan yang tidak mengandung karbon, adalah besi biasa (iron). Berikut ini jenis-jenis Baja Karbon yang umum digunakan sebagai Bahan Pisau:

* D2
Baja ini termasuk hasil teknologi lama karena pertama kali muncul pada saat perang dunia II. Baja ini kadang-kadang disebut semi-stainless, karena mempunyai kandungan chromium yang tanggung (12%). Mempunyai kandungan karbon antara 1.50% sampai 1.60%, dan mempunyai daya tahan ketajaman yang tinggi.

* A2
Baja ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.95% sampai 1.05%, dan chromium berkisar antara 4.75% sampai 5.50%. Baja ini lebih tahan banting (ulet/tough) dibanding D2, akan tetapi mempunyai daya tahan ketajaman yang lebih rendah.

* O1
Baja ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.85% sampai 1.00%, dan kandungan chromium berkisar antara 0.40% sampai 0.60%. Merupakan Baja yang sangat baik, dan mempunyai daya tahan ketajaman yang cukup baik. Baja ini sangat mudah berkarat.

* W-2
Baja ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 085% sampai 1.50%, dan chromium 0.15%. Baja ini mempunyai daya tahan ketajaman yang tinggi dan sangat tahan banting (ulet/tough) karena mengandung vanadium 0.2%. Perbedaannya dengan Baja W1 adalah hanya di kandungan Vanadium ini.

* 10## (1045, 1050, 1060, 1070, 1084, 1095, dan lain lain)
Baja ini adalah baja paling standard, dan tidak mempunyai kandungan chromium. Angka dibelakang 10 adalah angka kandungan karbonnya. Rata rata pisau lipat jaman dulu menggunakan baja jenis ini. Makin tinggi kandungan karbon, makin tinggi pula daya tahan ketajamannya. Semakin rendah kandungan karbon, maka semakin ulet (tough). Baja jenis ini adalah baja paling murah. Karena tidak adanya kandungan chromium, baja jenis ini sangat gampang berkarat.

* Carbon V
Carbon V adalah baja yang digunakan oleh Cold Steel. Menurut para ahli, baja ini sebenarnya adalah baja 50100-B atau 0170-6. Baja ini mempunyai kandungan karbon 0.95%, dan kandungan chromium berkisar antara 0.45% sampai 0.48%. baja ini mempunyai kemampuan mirip dengan O1, akan tetapi harganya lebih murah.

* L-6
Baja ini adalah baja yang biasa digunakan sebagai bilah gergaji. Mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.65% sampai dengan 0.75%, dan kandungan chromium berkisar antara 0.60% sampai 1.20%. Merupakan baja yang baik, dan pilihan para knifemakers pada umumnya.

* 5160
Baja ini juga sangat popular sebagai bahan pisau, apalagi pada pisau-pisau besar. Mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.56% sampai 0.64%, dan kandungan chromium berkisar antara 0.70% sampai 0.90%. Baja ini terkenal akan daya tahanan ketajamannnya, dan tahan banting.

* 52100
Baja ini dulunya hanya digunakan sebagai bahan Ball-bearing, akan tetapi makin popular dikalangan knifemaker, dan sekarang tersedia dalam bentuk batangan. Baja ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.98% sampai 1.10%, dan kandungan chromium berkisar antara 1.30% sampai 1.60%. mempunyai daya tahan ketajaman yang lebih tinggi dibanding baja 5160, akan tetapi mempunyai ketahanan banting yang sedikit kurang. Umumnya digunakan pada pisau buru, dan pisau-pisau lain yang tidak terlalu besar.

* CPM 10V
Baja ini mempunyai daya tahan ketajaman yang tinggi, akan tetapi juga tahan banting (ulet/tough). Mempunyai kandungan karbon 2.45%, dan chromium 5.25%.

* CPM 3V
Baja ini juga merupakan baja yang sangat tahan banting (ulet/tough), dan mempunyai daya tahan ketajaman yang sangat baik. Mempunyai kandungan karbon 0.80%, dan chromium 7.50%.

* INFI
Baja jenis ini tidak umum digunakan oleh knifemaker. Yang tercatat sebagai pengguna setia adalah Jerry Busse (knifemaker). Baja ini mempunyai kandungan Chromium 8.25%, karbon hanya sebesar 0.50%, akan tetapi beda dengan baja lain yaitu mempunyai kandungan Nitrogen 0.11%, yang juga menambah kemampuan baja. Baja ini sangat tahan banting (ulet/tough), dan mempunyai daya tahan ketajaman yang sangat tinggi.


Baja Tahan Karat (Stainless Steel)


Untuk sebagian Eropa menyebut Inox steel. Baja jenis ini paling umum digunakan pada pisau lipat. Seperti halnya Baja Karbon. Baja antikarat juga sebenarnya mengandung karbon. Dimulai dari kandungan karbon berkadar 0.15% sampai yang 3%. Makin tinggi kandungan Karbon, makin baik juga ketahanan ketajamannya (edge holding), akan tetapi makin sulit diasahnya. Untuk bisa disebut baja tahan karat, baja harus mengandung chromium minimal sebanyak antara 10.5% - 11% (paham Perancis), dan minimal 13% (paham Amerika). Berikut ini jenis-jenis Baja tahan karat yang sering digunakan pada Pisau:

* 420 dan 420J
Baja ini adalah merupakan anggota kelompok dasar. Kelompok ini mempunyai kandungan karbon terendah mulai dari 0.15% sampai 0.40%, dan kandungan Chromium mulai dari 12% sampai 14%. Kemampuan tahan karat yang tinggi, dan tahan banting (ulet/tough) karena kekerasan baja tidak terlalu tinggi, akan tetapi daya tahan ketajamannya rendah (harus sering diasah). Baja kelompok ini biasa digunakan untuk menekan harga-pisau agar lebih rendah.

- Nama lain 420 adalah X21Cr13, X20Cr13, 1.4021, SUS420J1, 2303, Z20C13, 420S37, CDS-18, X20Cr13, 20Cr13, 30Cr13, 17022, 20H13, 40X13, S42000, N320, M310, Galahad D, Korronit-M, Blanco M1, Blanco M3, Blanco RCM, Inox2, 20Cr13, Uginox MA2
- Nama lain 420J adalah X20Cr13, X30Cr13, 1.4021, 1.4028, SUS420J1, SUS420J2, 420S37, 420S45, 17023, S42000, N324, M330, 30Cr14

* Kelompok berikutnya adalah 440A, 425M, 420HC, 12C27, dan 6A.
Baja kelompok ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 0.40% sampai dengan 0.75%, dan kandungan chromium berkisar antara 13.0% sampai dengan 18.0%. Mempunyai kekuatan lebih baik, dan daya tahan ketajaman lebih baik.
- Nama lain dari 440A adalah X65CrMo14, 1.4109, SUS440A, Z70CD14, 7Cr17, 65X13, S44002, XT-70, AUS60, dan kadang-kadang juga 12C27, atau 12C27M
- Nama lain dari 12C27 adalah X65CrMo14, 1.4109, SUS440A, Z70CD14, 7Cr17, 65X13, S44002, XT-70, AUS60, 12C27M, dan kadang-kadang juga disebut 440A

* Kelompok diatasnya lagi adalah Gin-1, ATS-55, 8A, dan 440C
Kelompok ini mempunya kandungan karbon mulai dari 0.70% sampai 1.2%, dan kandungan Chromium dari 13% sampai 18%. Asal dengan pengerjaan yang benar, akan lebih kuat dari kelompok sebelumnya, dan mempunyai daya tahan ketajaman dan karat yang lebih tinggi.
- Nama Lain dari 440C adalah X105CrMo17, X90CrMoV18, 1.4125, SUS440C, Z100CD17, Z100CD13, X102CrMo17KU, 11Cr17, 9Cr18, 9Cr18Mo, 9Cr18MoV,17042, 95X18, S44004, N695, T10MO, CTS-40CP, XT-80, LO-R 4125, RFSh6
- Nama Lain dari GIN-1 adalah Silver 1
- Dan nama lain dari AUS8 adalah 8Cr15MoV, AUS8A

* Kelompok diatasnya lagi adalah ATS-34/154CM, VG-10, dan S60V
Kelompok ini mempunyai kandungan karbon antara 0.95% sampai 2.15%, dan kandungan Chromium antara 14% sampai 17%. Mempunyai kekuatan lebih baik, dan mempunyai daya tahan ketajaman yang lebih baik dibanding kelompok sebelumnya. Hanya saja, daya tahan karatnya sedikit kurang.

* Kelompok yang tergolong puncak adalah BG-42, S90V, dan S30V
Kelompok ini mempunyai kandungan karbon berkisar antara 1.15% sampai 2.30%, kandungan Chromium antara 14% sampai 14.5%. Mempunyai kemampuan daya tahan ketajamannya sangat tinggi, akan tetapi menjadi lebih sulit untuk diasahnya. Baja S90V kadang kadang disebut CPM 420V.

* ZDP-189, dan Cowry X.
Akhir-akhir ini ada jenis logam baru yang digunakan pada pisau pisau, yang konon mempunyai kemampuan yang lebih tinggi lagi. Mereka jenis logam yang disebut ZDP-189, dan Cowry X. Kandungan Karbon mereka sampai mencapai 3% (tertinggi diantara semua jenis baja anti karat yang disebutkan sebelumnya), dan mempunyai kandungan Chromium yang juga tertinggi yaitu 20%.


Jawaban untuk Frequently Asked Question


* Apakah pisau bubut baik untuk dibuat pisau?
  1. Baja jenis ini termasuk dalam kelompok HSS (High Speed Steel/baja yang bertahan ketika digunakan dalam pekerjaan yang cepat dan juga panas).  
  2. Pisau bubut biasanya dibuat dengan kandungan karbon tinggi. Mengandung Tungsten, dan Molibdenum yang cukup tinggi, dan kadang kadang sangat tinggi. 
  3. Molibdenum membuat baja tetap kuat dalam suhu tinggi, sekaligus membuat baja ini butuh panas yang sangat tinggi pada saat ditempa/dibentuk, dan proses HT. Untuk perbandingan, baja per, dan baja O1 hanya butuh suhu sekitar 700-900 celcius untuk ini, sedangkan baja jenis ini butuh suhu sekitar 1000 sampai 1200 celcius.
  4. Tungsten membuat baja menjadi keras, dan tahan aus/tahan kikis. membuatnya sulit untuk diasah atau stock removal. 
  5. Kandungan Karbon tinggi, dan HT untuk pisau bubut, membuat baja jenis ini menjadi lebih getas (gampang patah). 
  6. Selama kandungan Molybdenum, dan Tungsten masih rendah, dan tungku HT dengan panas tinggi juga stabil, pisau bubut masih pantas untuk dijadikan bahan pisau biasa. Dengan kandungan karbon yang cukup tinggi, sebaiknya pisau jangan terlalu besar (sebaiknya hanya untuk pisau ukuran kecil sampai sedang).

* Untuk menjawab semua pertanyaan "Apakah ........ bisa tajam?"
Semua benda dengan kekerasan cukup, bisa dibuat/diasah menjadi tajam. sebagai contoh, kertaspun bisa tajam, apalagi logam-logaman (eh... Air raksa gak bisa yah :p). Yang jadi masalah biasanya adalah "seberapa sulit membuatnya tajam?", "Berapa lama ketahanan ketajamannya ketika digunakan?" Nah.... ini baru tergantung dari masing-masing benda.

* Apakah Titanium merupakan bahan bilah pisau yang baik?
Bisa disebut baik bila yang dibutuhkan adalah daya tahan karat yang tinggi. Bisa disebut buruk bila yang dibutuhkan adalah daya tahan ketajaman/kekerasan. Sebagai perbandingan: Titanium hanya bisa mempunyai kekerasan sampai sekitar 40 HRC, berbanding dengan baja per yang bisa mencapai kekerasan sampai sekitar 64 HRC

* Apakah yang disebut baja per?
  1. Baja yang bisa disebut sebagai spring steel/baja per adalah baja yang mempunyai kemampuan pegas tinggi. Biasanya mempunyai kandungan karbon dari 0.50% sampai dengan 1.00%.
  2. Baja per mobil/truk biasanya mempunyai kandungan karbon sekitar 0.50% sampai 0.65% (baja 1060, 1055, 9260, 5160)
  3. Baja yang biasanya disebut baja per di Indonesia adalah baja per daun mobil/truk.
  4. Baja per Andong/Jeep Willys kemungkinan adalah baja jenis 5160 (kandungan karbon 0,60%). Kemungkinan ini karena pada masa dahulu, baja per mobil lebih sering dibuat dari baja 5160. Sekarang harga baja 5160 semaking tinggi, sehingga banyak produsen per mobil mencari alternatif lain yang lebih murah, tetapi masih cukup untuk memenuhi tugasnya dengan baik.
  5. Baja per jam biasanya mempunyai kandungan karbon antara 0.90 - 1:00% (baja 1095)
*Kenapa Indonesia tidak bisa menghasilkan baja dengan kandungan karbon lebih tinggi?
Seharusnya bisa, karena bahan dasar baja yang digunakan di pabrik baja seperti Karakatau Steel adalah baja cor dengan kandungan karbon sampai 4.00%. Baja cor ini kemudian dikurangi kandungan karbonnya dengan cara dipanaskan temperatur tinggi sambil di semprot oksigen sehingga kandungan karbon pada bahan baja akan terbakar/berkurang karena ber-reaksi menyatu dengan oksigen menjadi karbondioksida. Proses ini terus dilakukan sampai kandungan karbon banyak berkurang dan mencapai 0.45%. Alasannya dilakukan ini karena adanya perjanjian sewaktu proses transfer teknologi bahwa produk KS tidak boleh berkandungan karbon lebih dari 0.45%. Kemungkinan karena kebutuhan baja di indonesia yang sangat banyak adalah untuk baja konstruksi, dimana kandungan karbon untuk baja konstruksi adalah 0.45%.

*Apakah dalam proses tempa kandungan karbon akan bertambah?(pertanyaan ini agak keluar sedikit dari topik) Jawabannya : Tidak akan bertambah dan malah akan berkurang, karena seperti pada penjelasan diatas, ketika baja dibakar dengan panas tinggi, dan adanya oksigen, maka kandungan karbon pada baja akan ber-reaksi dengan oksigen menjadi karbondioksida, sehingga kandungan karbon pada baja akan berkurang. Jadi bila tidak ingin kandungan karbon pada baja berkurang banyak, sebaiknya waktu untuk proses penempaan, jangan lama.

*Apakah gunanya baja ditempa?(juga sedikit keluar topik)
Saya mengerti bahwa masing-masing pande mempunyai penjelasan masing-masing, cuma menurut Saya jawaban berikut yang paling masuk akal.
  1. Baja ditempa untuk membentuknya.
  2. Baja ditempa agar mendapatkan motif tempa.
  3. Baja ditempa agar dalam pembuatan pisau, bahan baja tidak banyak yang terbuang (dibanding dengan metode stock removal, dengan penggunaan kikir atau gerinda).
  4. Baja ditempa untuk meratakan kandungan karbonnya (homogenisasi kandungan karbon) diseluruh bagian bilah. Dilakukan dengan cara ditempa sambil dilipat secara berulang-ulang (biasa dilakukan pada baja tamahagane, karena baja jenis ini dalam bentuk mentah, kandungan karbonnya tidak rata)
  5. Baja ditempa untuk mengurangi kandungan karbon-nya agar sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebagai contoh. Anda punya baja 1084, tapi sebetulnya membutuhkan baja berkandungan karbon setara dengan 1075, maka Anda perlu melakukan tempa lipat berulang-ulang agar kandungan karbon menjadi berkurang dan jadi merata. Hal ini sering juga dilakukan pada baja tamahagane.

TAMBAHAN


Tabel berikut adalah tabel yang terdapat pada buku Pengetahuan Bahan Teknik, karangan Prof. Ir. Tata Surdia MS. Met.E dan Prof. DR Shinroku Saito, halaman 89 dan 90. Tabel pertama adalah tabel Contoh komposisi kimia dan penggunaan Baja Perkakas Dingin setara dalam bahasa Inggris mungkin Cold Work Tool Steel, kenapa bagian ini karena untuk pisau jenis-jenis ini umum digunakan. jenis penyebutan mungkin tidak sama dengan jenis pisau di pasaran tetapi sedikit banyak bisa disetarakan seperti contoh Untuk baja Per (spring steel) menggunakan baja Karbon sesuai dengan perkiraan kadar karbon, dan baja stainless steel masuk ke baja paduan.

Tabel komposisi kimia dan penggunaan baja perkakas dingin dilihat di bawah.

sumber : Tata Surdia, Shinroku Saito ,1995:89

dari tabel diatas untuk mereka yang menggunakan Stainles steel disesuaikan kadar Cr dan bahan lain seperti Wolfram (W) atau Molybdenum (Mo) nah apa guna tabel ini, sebenarnya hanya untuk acuan tabel berikutnya.

Tabel Penempaan dan kondisi perlakuan panas Baja Perkakas Dingin Sesuai dengan tabel 2.5

Sumber : Tata Surdia, Shinroku Saito, 1995:90

Okey sedikit penjelasan membaca tabel diatas, sederhana saja, saya ambol contoh baja Per dengan kadar karbon 0,65%. sesuai tabel 2.5 baja tersebut digolongkan ke dalam Baja Karbon 2 nah dari sini tinggal diurut ke arah kanan, langsung loncat ke penganilan bahwa untuk penganilan suhu yang dibutuhkan 750-780 derajat celcius diikuti oleh pendinginan lambat. Untuk pendinginan lambat ini sederhananya matikan tungku HT dengan benda kerja tetap berada di dalam tungku, dengan asumsi proses ini lebih lambat dibanding pendinginan udara terbuka, diharapkan akan mendapatkan benda kerja yang lebih lunak dibandingkan kondisi ternormalilsasi, dari tabel diperoleh perkiraan kekerasan hasil anil sebesar 179-201 Hard Brinell.

Sementara masih untuk baja yang sama dengan pencelupan dingin pada suhu pengerasan 760-820 akan diperoleh kekerasan diatas 54 HRC.

Beberapa perhatian yang diberikan pada proses Pengerasan Baja Karbon tinggi adalah terjadinya dekarburisasi, lapisan dekarburisasi ini sangat rentan menjadi penyumbang utama keretakan. Pada proses pendinginan yang terlalu lama juga akan meningkatakan kadar austenit dan selanjutnya-selanjutnya yang sederhananya akan mengakibatkan penurunan kekerasan, untuk menghilangkannya maka harus dilakukan perlakuan dibawah nol (sub-zero treatment) dengan menurunkannya perlahan melalui alkohol dan kemudian CO2 padat.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

di postingan lain akan saya bahas tentang proses hardening pada baja, salam :)

14 comments:

Hari van the meet said...

bagus sekali artikelnya, mas

yanto said...

Sangat bermanfaat bagi orang awam yang berkecimpung pada bidang logam, terutama para tukang tempa atau pande besi. Tulis lagi artikelmu Mas untuk bidang lain selain logam, karena banyak diluar sana masih butuh wawasan secara rinci seperti paparan Anda. Terimakasih

gero.com said...

Artikel yang baik

Unknown said...

ApakH besi bisa dtempa dg dtambah karbon agar menjadi baja

Razor21 said...

mohon izin copas artikel di situs saya dgn melampirkan sumber dari blog mas gopal.. makasih

gopal said...

@Andry Suparno: sepertinya tidak, tapi harus dilebur, seperti proses di krakatau steel

@aray ray: monggo :)

SANG PEMIKIR said...

assallamualaikum saya miko dari fakultas teknik mesin universitas riau, saya mitak tolong siapa yang ada tabel bahan dan prose untuk setuktur baja, dari tira austenite, assab, krakatau, bohles atau dll tolong posting dong

Unknown said...

Bahan campuran logam apa yang memiliki sifat kuat,keras dan lentur?
Berapa komposisinya?
berapa skala kekuatannya(kg/mm2),kekerasan(mohs)

Tolong jawabannya.Terimakasih

Unknown said...

terimakasih artikelnya sangat bermanfaat, yang ingin saya tanyakan adalah apa yang mempengaruhi dari ketajaman dari benda tajam seperti pisau atau golok? bahan apakah yang paling awet ketajamannya, alias ga sering diasah.

thanks banget gan

Unknown said...

terimakasih pak semoga kita bisa bekerja sama dengan perusahaan saya yang bergerak dalam bidang kerajinan stainless

Unknown said...

mohon info untuk material pembuatan pisau sangkur...
terima kasih

Nanda Ramdan said...

wah boleh tuh pak saya minat
padahal saya juga punya usaha stainless seperti pembuatan Tiang Antrian Stainless dan Standing Poster mungkin nanti kita bisa bekerjasama

Terimakasih ilmunya said...

Terimakasih ilmunya..Saya juga pecinta senjata tajam...Terutama celurit, saya mencari tau dari google terkait senjata celurit yang bahan dasarnya baja per...disini rupanya dijelaskan

Andri said...

Keren infonya, sukses selalu .